Pages

Tampilkan postingan dengan label Realigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Realigi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Do'a Ali-bin Abi Thalib


Bismillaahirrohmaanirrohiim....



Ya, Alloh...apa  yang di sabdakan Rosul-MU.....
“Jika Aku gudangnya Ilmu maka Ali-Bin Abi Thalib adalah pintu gerbangnya Ilmu”

Ali bin Abi Thalib,kwh, senantiasa memohon pada-MU...

Ya, Alloh.....Ketika aku memohon kekuatan....ENGKAU memberikan aku kesulitan...agar aku KUAT.
Ya, Alloh...Ketika aku memohon Keberanian...ENGKAU memberikan aku bahaya...agar aku dapat mengatasinya.
Ya,Alloh....Ketika aku memohon kebijaksanaan...ENGKAU memberikan aku masalah agar aku dapat mengatasinya.
Ya, Alloh....Ketika aku memohon Kesejahteraan...ENGKAU memberikan aku akal agar aku dapat berfikir.
Ya, Alloh....Ketika aku memohon Cinta.....ENGKAU  mengirim  Orang-orang yang bermasalah agar aku dapat menyayangi dan menolongnya.....
Ya, Alloh....tak semua yang aku inginkan ENGKAU penuhi....namun apa yang aku butuhkan telah ENGKAU penuhi.....
Do’a ku terjawab sudah.....

“Bisakah kita mengikuti apa yang telah beliau contohkan...?”
Memohon kepada-NYA hanya apa yang dibutuhkan saja....
“Apa sebenarnya kebutuhan kita..?”
-Kuat dalam menghadapi kesulitan
-Akan menjadi Orang yang Bijak bila mampu mengatasi masalah.
-Seseorang akan menjadi berani bila terlatih dengan bahaya.
-Banyaklah menyayangi dan mencintai orang agar kita dapat merasakan cinta yang sesungguhnya, cinta yang hakiki,  cinta yang Ikhlas dan cinta yang tidak Egois, cinta yg banyak memberi....banyak memberi menjadikan diri bahagia...hilang segala tuntutan diri...keinginan diri yang tidak terbatas menjadikan kita EGOIS.....

Begitu  besar kasih sayang ALLOH pada kita.....Ar-rahman...Ar-rahim,
 -Alloh menyembunyikan kapan kita akan kembali kepada-NYA, agar kita tidak takut menghadapi kematian dan selalu mempersiapkan diri, mempersiapkan  bekal menuju ke alam sana.
-Alloh menyembunyikan hamba-hambanya yang saleh agar kita dapat belajar mencari tahu sendiri, siapa sebenarnya orang saleh menurut kemampuan diri sendiri,,,intinya semakin kita mau mencari tahu, dengan banyak belajar maka kita akan dpat membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang tidak baik...siapa yang mengajak kita ke surga dan siapa yang mengajak ke neraka...
-Alloh merahasiakan Wujud pahala kita di Akherat....agar manusia dapat Ikhlas beribadah tanpa memikirkan apa hadiah yang Alloh berikan di akherat kelak.
-Alloh menyembunyikan siapa jodoh kita, agar kta senantiasa memohon pilihan yang terbaik menurut Alloh bagi kita.

Alloh senang jika kita senantiasa memohon petunjuk-NYA dalam menghadapi segala permasalahan hidup akan terasa mudah jika kita hanya bergantung kepada-NYA....Amiin.

Barokalloohu fiikum wajazakumulloh khoiron katsir
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokaatu.

Selasa, 09 Agustus 2011

Kesuksesan



Kebanyakan manusia memandang ukuran sukses dengan kepemilikan segala bentuk kemewahan Dunia, bila merasa kebutuhannya merasa tercukupi, mulai dari tempat tinggal, kendaraan, tabungan yang banyak, pangkat, jabatan kekuasaan, terkenal, disanjung orang dimana-mana dan tanahnya dimana-mana maka orang akan menyebutnya telah SUKSES….’Ya, Sukses Dunia seakan menjadi ukuran keberhasilan seseorang.

Mata boleh melihat apapun yang ingin dilihatnya, sedangkan ALLOH SWT. Telah memperingatkan manusia agar tidak silau dengan kemewahan Dunia yang akan menyebabkan dirinya tertipu. Imam Ali berkata: “Dunia ini adalah tempatnya segala macam musibah…” jika kita mau merenung…buat apa menumpuk kekayaan, meraih tangga kesuksesan lewat ketenaran, kekuasaan namun lalai dalam menjalankan kwajiban, sedangkan Dunia ini hanyalah kehidupan sesaat yang pernuh permainan.

ALLOH SWT berfirman: “Laa tamuddanna ‘ainaika illaa maa matta’na bihi azwajamminhum.” Artinya: ‘Janganlah kamu (Muhammad) menujukan pandanganmu kepada kemewahan hidup yang sudah aku berikan kepada sebagian golongan dari mereka…’
“Wa’bud Robbaka hatta ya’tiyakal yakiin.”….’Cukup sembahlah AKU saja sampai datang apa yang di yakini.’ (Qs, Al-Hijr: 98-99.)

Mereka lupa bahwa bahwa tujuan manusia hidup di Dunia ini hanyalah untuk mengabdi kepada-NYA. “Wamaa kholaqtul jinna wal innsa illaa liya’budun..  yang artinya: ‘Tidaklah AKU ciptakan jin dan Manusia kecuali hanya untuk menyembah kepada-KU.”

Apapun yang Alloh kehendaki kebaikan yang terbaik bagi manusia hanyalah Alloh yang maha mengetahui, kaya, miskin, pangkat, kekuasaan dan jabatan itu merupakan hasil usaha Manusia dan merupakan pilihan hidupnya yang telah di kabulkan Alloh melalui permohonan di dalam Do’a-do’anya, dan setiap hamba akan memohon sesuai dengan keinginannya untuk kebahagiaan dan kesuksesan di Dunia apa di akhirat…?

Alloh akan mengabulkan permintaan Manusia apabila memang DIA menghendakinya entah itu akan membuat bertambahnya kebaikan atau malah menamba Keburukannya
disebabkan doanya yang salah dan ketidakTAHUANNYA-nya, bagaimana cara berdo’a yang benar.
Do’a yang baik atau permohonan yang benar menurut Agama, kata orang Alim ialah:  “Sebaiknya-baiknya do’a adalah apa yang Alloh kehendaki atas manusia, bukan apa yang diinginkan hawa nafsu kita yang bersifat keduniawian.

ALLOH menyuruh kita untuk lebih mengenal-NYA, ALLOH memerintahkan kita agar selalu bersyukur Kepada-NYA, dan ALLOH menyuruh kita untuk senantiasa beribadah kepada-NYA. Do’a yang terbaik adalah do’a seperti apa yang telah Rosululloh ajarkan kepada Sahabat Muadz bin jabbal.
“Hai Muadz, demi Alloh aku mencintaimu, berdo’alah kepada-NYA…Ya, ALLOH tolonglah agar aku selalu mengingat-MU, mensyukuri nikmat-MU, dan memperbaiki ibadahku kepada-MU.”

Mata yang terbuka adalah mata yang mau melihat bentuk kenikmatan Abadi yang
tidak ada lain kecuali nikmat selalu berdekatan kepada  ALLOH, melaksanakan dan memenuhi semua kewajiban-NYA………..

Kenikmatan bukanlah apa yang dituntut hawa nafsu kita terpenuhi ………
Kenikmatan adalah apa yang di perintah ALLOH kita dapat menjalani….
Kesuksesan adalah hidup yang seimbang antara Dunia dan Akhirat, memberi manfaat bagi orang banyak…..

Akhir yang baik penuh ketenangan dan kedamaian, akhir yang membawa kesan dan kenangan yang mendalam di hati banyak orang… 
Meninggal dalam keadaan khusnul khotimah merupakan cita-cita tertinggi manusia yang beriman akan Akhirat…Amin Ya, Robbal’alami…ya ALLOh ya kariim.



Wallohul muwaffik ila aquamittoriq
Wassalamu’alaikum Wr..Wb.

Minggu, 07 Agustus 2011

Munajat




Bila menyerahkan segala permasalahan kehidupan hanya bergantung kepada-Nya serasa ringan hidup kita, tentunya dengan kesungguhan bergantung dan tanpa lelah memohon pertolongan-NYA…..

Dalam keheningan malam tanpa suara, tanpa terlihat pandangan, disaat keluarga tengah tertidur pulas, bermunajat sendirian mengosongkan pikiran, pendengaran, pandangan hanya tertuju pada-NYA dan membiarkan hati kita melantunkan bacaan Al-Qur’an, tanpa suara, tanpa terdengar hanya akal, jiwa, hati dan Ruh yang berbicara, merasakannya…….

Memancarkan bak cahaya menyinari seluruh relung hati, menyebarkan kekuatan, semangat, energi, menghapus kemalasan, ngantuk terasa hilang tergantikan dengan wajah baru yang penuh semangat, terisi Energi ketenangan, kedamaian yang berasal dari Dzat yang Maha mendamaikan, Maha Agung, Alloh yang Maha menguasai hati Manusia….telah membantu kta mendapatkan setetes kesejukan, tercerahkan dan memberikan rasa nyaman, tenang, damai disaat sholat malam.

“Bangunlah….sudah waktunya kamu bangun dan berdiri menghadap-NYA, memohon ampunan-NYA, berharap Ridho-NYA, mengadukan segala persoalan hidupmu kepada-NYA, tidak ada yang dapat mencegahmu dan menghalangi dirimu untuk mendekatkan dirimu kepada-NYA kecuali Kemalasan, rasa kantuk,”..itulah hawa nafsumu yang selalu menghalangi niat baikmu untuk berdekatan dengan Tuhan-MU….Jangan dituruti…!

 Tundukkan, kalahkan, lawanlah….! Sampai ia menyerah kalah akan kekuatan ILAHI.
Hawa nafsumu tidak akan menyerah sampai membuatmu tidak bisa bangun dan tertidur lagi….lawanlah ia..! katakan pada dirimu:“Aku harus bangkit..karena disisi ALLOHlah segala semangat, kebaikan, keberkahan, dan keberuntungan akan kamu dapati hari ini….”

Awali hari-harimu dengan bangun malam hari, lanjutkan dengan aktifitas otak, memperbaharui akal fikiran dengan bertafakur, menghafal surah-surah Al-qur’an agar jangan sampai hilang di ingatan, dan belajar berdialog, bertanya jawab kepada diri sendiri, apa yang telah aku perbuat untuk untuk Tuhanku, solatku, ibadahku, hidup dan matiku apakah sudah benar untuk ALLOH SWT…? sudahkan aku melaksanakan apa yang di perintahkanNYA…tanpa menduakannya?”

“Ya, ALLOH…tolonglah agar aku selalu mengingat-MU, mensyukuri nikmat-MU, dan memperbaiki ibadahku kepada-MU….

Ya, ALLOH...Sesungguhnya aku adalah hamba-MU yang selalu mendhalimi diri sendiri, tanpa petunjuk-MU, tanpa pertolongan-MU tanpa ridho-MU…. aku tidak akan berdaya menahan dan melawan keinginan-keinginanku sendiri yang sudah pasti banyak salahnya, banyak tidak tahunya tanpa bimbingan-MU tanpa Cahaya-MU aku akan tersesat. Na’udhubillaahimindalik Ya,  Tuhanku..Ya Alloh….Amin Ya Robbal’alamin…

Wassalamu’alaikum.. Wr..Wb.


Jumat, 05 Agustus 2011

Taghut



Kekaguman.

Dalam sebuah hadits: “kecintaanmu akan sesuatu itu menjadikanmu buta dan bisu.”
Kita mendapati seorang lelaki Alim, taqwa, zuhud, dan kemudian kita ketahui keluar kata-kata penuh hujatan, mengkafirkan  sesama Muslim dalam ceramahnya bernada menghina.  Ia telah menjatuhkan harga diri seseorang dan menghinakan diri sendiri akibat perkataanya.
Disisi lain sang pengagum,  yang terlanjur meng ‘Idolakan’  Orang yang di anggap Alim tsb membenarkan setiap perkataannya,  menganggapnya Ma’sum dari kesalahan, sampai-sampai tidak menyadari  bahwa  pengaguman berlebian, kecintaan yang berlebihan  dpt membuat mata hati tertutupi kebenaran.

Telah tampak kerusakan Agama akibat tertutupnya mata hati, tergiur dengan kesenangan sesaat duniawi sampai-sampai rela menjual Agamanya dengan Uang receh. Sikap menghamba kepada kepentingan Penguasa, kepentingan asing, meraih pengikut sebanyak-banyaknya menjadikannya tidak dapat mendengar, dan melihat.
“Kalau sekiranyanya ALLOH menginginkan kebaikan ada pada mereka tentulah mereka akan dapat mendengar  dan jikalau ALLOH dapat menjadikan mereka mendengar niscaya mereka berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri dari apa yang mereka dengar. (Qs, Al-Anfal: 23.)

Menutupi dan sibuk membela setiap fatwa-fatwanya yg di anggap benar bagi pengikutnya, mengalahkan pengagumannya kepada sosok tauladan sempurna Rosululloh SAW.
Ini merupakan penyembahan terhadap berhala Toghut Alim Ulama yang salah,  Dalam sebuah sabdanya Rosululloh bersabda; “Janganlah kalian bersikap Ghuluw seperti Orang-orang Yahudi yang menuhankan Rabi-rabi mereka…..”

Sebuah khabar terdengar dari  Desa di Jawa Timur, beberapa bulan setelah meninggalnya seorang Tokoh Alim yg Terkenal, penduduk setempat Ramai-ramai mengadakan ‘bancaan’ (Orang jawa menyebutnya selamatan) sampai-sampai memaksakan diri berhutang untuk biaya selamatan, katanya; “nggak enak kalau nggak ikutan bancaan nanti di gunjing…”

Sebenarnya Pengkultusan berlebihan telah menyesatkan mereka, bertumpuklah kesalahannya, mulai dari Dosa Syirik, ghibah, niat yang salah dan menyengsarakan diri kepada sesuatu yang mubadhir. Jika melawan Arus dikatakannya Kaku, tidak membaur, pelit dsb.

Betapa pentingnya Ilmu, karena Ilmulah yang akan membedakan seseorang mengetahui apa tidak,  menuntun kita tetap berpegang teguh pada tali Agama yang kuat, mengetahui  mana Halal mana haram,  tidak terpengaruh dengan tradisi dilingkungan tempat tinggalnya, tak 
perduli dengan gunjingan orang sebab ketaatannya memberikan pijakan kuat guna menyelamatkan  akidahnya dan tidak mudah terpengaruh dalam situasi  terjepit sekalipun.

Setiap Hamba akan tersesat tanpa Ilmu, senantiasa bersungguh-sungguh untuk mencari tahu dan berfikir, memohon petunjuk serta mendekatkan diri kepada-NYA, InsyaAlloh Alloh akan menuntun kita kepada petunjuk yang Maha benar, tertular dengan sifat-NYA yang Maha benar, jauh dari kesesatan…

“Adakah sama orang-orang  yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui..?” (Qs, Az-Zumar:9).

Wallohul muwaffik ilaa aquamitthoriq.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Senin, 01 Agustus 2011

Marhaban Ya Romadhon




Marhaban Ya Romadhon.
Romadhon telah tiba…..
Alhamdulillah Ya robb satu kesempatan lagi KAU berikan kepadaku…
Tak ada bedanya………
 Di bulan penuh Maghfiroh ini, seorang Hamba menjadikan hari-harinya bak bulan Romadhon
Menjaga puasanya,  menenggelamkan diri setiap malam bermunajat kepada-MU, memohon kedekatan kepada-MU, meraih Ridho dan cinta-MU….

Demi jiwa Manusia yang berada dalam genggaman-NYA….
Tak ada bedanya Romadhon….
Dilaluinya setiap hari dengan meraih Ilmu Akherat, mentadhabburi isi Al-Qur’anul Karim, mengharapkan Belas kasih-MU, tanpa tuntunan-MU, tanpa mau tunduk memenuhi segala perintah-MU, setiap Jiwa akan tersesat….

Marhaban Ya Romadhon….
Bulan yang membedakan……..
 Bulan yang didalamnya penuh Berkah, Ampunan, dan Rahman Rahim yang Maha pengasih, Maha penyayang  mencurahkan kasih sayang-NYA atas seluruh Manusia …..”Fastabikul khoirot…berlomba-lombalah pecinta kebenaran demi meraih Ridho-NYA…..
Bulan diturunkannya petunjuk kebenaran Al-Qur’anul Karim, penuntun jalan yang lurus, agar manusia selamat  Fiddunya wal akherat…….

“Yaa Ayyuhalladhina aamanuu kutiba’alaikumussiyaam kamaa kutiba ‘alalladhina mingkoblikum la’allakum tattakuun.” (Qs. Al-Baqoroh: 183)
“Hai Manusia telah di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas Orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Marhaban Ya Romadhon…..
Seandainya kita tahu kebaikan dan keberkahan jiwa-jiwa yang sedang di ajak  berpuasa tentunya manusia akan memohon setiap bulan laksana bulan Romadon…
Setan-setan di belenggu….
Alloh tidak akan membantu kita membelenggu setan tanda usaha sungguh-sungguh dari kita sendiri untuk menundukkan Hawa Nafsu…………
Manusialah yang telah membuka pinti-pintu bagi setan untuk masuk….

Hawa Nafsu …….. merupakan kendaraannya setan untuk menyesatkan Manusia…..
Hawa nafsu ……….terus menunggu…..menunggu dan merindukan sesuatu yang dilarang sampai yang dilarang menjadikan ia mencintainya….
Hawa Nafsu….Jika Manusia membukanya sendiri tak mengIndahkan larangan ALLOH  maka ia akan Terhina, terlempar jauh dari Hidayah-NYA dan tersesat.
Na’udhubillahiminndalig Ya ALLOH..Jauhkan kami dari segala keburukan yang datangnya dari hawa nafsu tak terkendali….

Marhaban Ya Romadon…..
Mengajak Jiwa berpuasa, membuat tunduk Hawa Nafsu dari segala kesalahan anggota tubuh, mata terhindar dari melihat maksiat, menjaga telinga agar tidak mendengar hal-hal yang buruk, membungkam lidah dari perkataan keji dan memadamkan Nafsu perut yang selalu meminta untuk diisi, mengajak kaki berdiam diri, berkumpul dengan keluarga menghindari dari tempat-tempat mubazir, jalan-jalan ke Maal sampai melupakan kwajiban Sholat wajib…yang akhirnya puasanya tidak akan mendapatkan apa-apa selain kepayahan, kelelahan  disebabkan mengikuti, menjalankan puasa tetapi mengabaikan sholat fardu…apalah gunanya.

Alangkah sedihnya Sebagean manusia ternyata tidak memahami akan hal di atas, betapa pentingnya rukun Islam untuk di jalankan… Ruh telah bersyahadat sejak ditiupkannya didalam Rahim sang Ibu, betapa sulitnya seseorang bepergian tanpa memikirkan waktu sholat, sampai-sampai lupa waktu, sibuk belanja untuk persiapan berbuka
Banyak Manusia berpuasa namun mengabaikan sholat, “Apa mereka tidak berfikir Bahwa Rukun Islam adalah satu paket yang tidak dapat dipisahkan selain Haji tentunya bila kita mampu.

Alangkah baiknya jika kita membiasakan diri menyediakan segala persiapan berbuka dan sahur seperti hari-hari biasanya dengan lauk seadanya tanpa mengikuti keinginan hawa nafsu yang meminta di Istimewakan pada saat berbuka, sebagai pelampiasan balas dendam setelah seharian diajak lapar. 
Berlapar-lapar di siang hari dam menumpuk makanan di malam harinya.

Sederhana…..Tidak memaksakan diri,  tidak menipu, tidak berteman dg ahli maksiat.
Sederhana..,Menjaga batasan-batasan, memelihara jiwa, menjauhkan dari yg merugikan.
Sederhana…mencukupkan diri dari apa yang ALLOH beri, Ridho dengan kekurangan walau dengan lauk seadanya…..

Wallohu muwaffik ilaa aquamittoriq…
Wassalamu’alaikum.. Wr..Wb.

Kamis, 21 Juli 2011

Muhasabah




Muhasabah

Paksakan diri mengikuti  apa yang kita tak tahu “mengapa kita mau..?” setiap keinginan adalah Nafsu….Imam Al-Gazali menasehati : “Nafsu itu seperti keledai yang hanya akan tunduk dengan membebaninya dengan banyak beban.

Memaksakan diri untuk ta’at kepada sang Maha tinggi…. sholat, puasa, sedekah, tidak menjatuhkan harga diri orang yang memusuhi kita,  merupakan ‘pembebanan diri, pemaksaan diri untuk  menolak keinginan diri dan membiarkan kehendak lain berjalan sesuai kemauan-NYA.
  
Terbesit tanya di hati “mengapa kita memaksa diri  untuk taat…?’ sebab Alloh yang memerintah..!’ Muhasabah tidak hanya sebatas  merenungi kesalahan dan memperbaikinya
Menghisab diri adalah :  Memaksakan diri untuk melaksanakan perintah ALLOH dan menjahui larangan-NYA, Bila ingin di sebut KUAT dan ber akal sehat, seseorang akan mementingkan kehidupan yang kekal, kehidupan ABADI yaitu  AKHERAT.


 Akal yang lemah akan MEMBIARKAN hawa Nafsunya berjalan sesuai kemauannya tanpa pertimbangan  matang dan berharap kehidupan AKHERATnya  akan  aman-aman saja, berfikir bahwa ALLOH pasti mengampuni dosa-dosanya. Sangat Naif bila berharap tanpa usaha keras untuk menundukkan HAL buruk, yaitu  ;hawa nafsu.

Di dalam perintah yang baik  (semula kita tidak tahu kebaikan bagi diri  di balik itu ) jika mau menjadikan  diri seperti robot, seperti Wayang, sebab badan kita adalah ciptaan-NYA, jiwa kita meminta untuk di arahkan, “ Arahkan Jiwa kepada jalan yang lurus…jalan ILAHI, sesuai aturan yang di kehendaki-NYA yaitu jalan TAQWA  (seperti seorang sopir yang telah paham akan jalan yang akan dapat menyelamatkan penumpangnya).

Tugas diri kita untuk memilih jalan yang baik sebab Alloh tidak akan menolong hambanya tanpa usaha manusia itu sendiri, melatih diri terus-menerus mengarahkan kepada kemauan-NYA sebagai contoh mengikuti  Tauladan sempurna, sosok Hamba pilihan Nabi Muhammad SAW, melalui sunnah-sunnahnya.

 Ruh kita memiliki kecenderungan ingin kembali kepada pemilik-NYA. Memuji-NYA, ber TASBIH sebanyak-banyaknya, seperti  ucapan-ucapan penduduk surga “Illaa kiilann salaamann salaamann……”Mereka hanya mendengar ucapan salam keselamatan.”  Tidak ada kata-kata yng tidak berguna dan sia-sia di dalam Jannah kecuali kalimat yang baik dan saling mendo’akan, “Amiin Ya Robbal’alamin …”  semoga kita termasuk penduduk surga yang di berkahi ALLOH.  Orang yang beruntung adalah kelak ia akan menjadi penduduk Surga.

 Biarlah..! kehendak Alloh  yang Maha tahu apa yang terbaik bagi hamba-NYA, tugas kita hanya memaksakan hawa nafsu untuk TUNDUK pada ketentuan-NYA.

Wassalamu’alaikum Wr..Wb.