Pages

Rabu, 08 Juni 2011

" Dulu...,"




Dulu…..ku kurasakan hidup ini terasa membosankan, jenuh…..
Dulu…kulalui hari-hariku dengan kegiatan rutinitas  yang menjemukan….
Dulu….tak ada keinginan apapun  selain menatap masa depan penuh kecemasan, kawatir, takut..,tidak aman.
Dulu…terasa menyenangkan bila dapat berkumpul dengan banyak orang..
Dulu…Aku banyak bertanya;
“ Untuk apa sebenarnya hidup ini?.. kenapa hari-hariku terasa sama saja, bangun pagi , masak, tidur, nonton T., menunggu suami  pulang, menunggu anak-anakku datang, malam harinya tidur, menunggu pagi….terulang lagi kegiatan yang itu-itu lagi …Jenuh…

Banyak pertanyaan dalam benakku ;
“apa yang harus aku lakukan untuk mengisi waktu…? bagaimana cara mengatasi rasa BOSAN, bagaimana masa depanku bila suamiku di PANGGIL duluan,? Bagaimana masa depan anak-anakku nanti,?....
“Apa yang harus aku lakukan bila hidup sendiri?”. Cemas, susah kawatir,pikiran melayang-layang mengikuti lamunan panjang, gelisah, resah dan setrusnya…..
“Apakah ini pertanda kurangnya KEIMANAN seseorang,? Kurangnya Ilmu mengenal Tuhannya,? Kebodohan diri,? Kematian hati….,?kurang tahu bagaimana mensyukri NIKMAT ALLOH…….,?”


Ya….Mungkin saja,kala itu aku  tak berdaya menghadapi, mengatasi, situasi yang aku tak tahu cara mengatasinya, situasi dimana seseorang HARUS mencari Tahu sebenarnya tujuan kita hidup di Dunia ini untuk apa….Alloh memberi kita kesempatan, memberikan TAKDIR kita hidup di Dunia bukan tidak ada tujuan. Alloh akan mencintai  hambanya apa bila mau mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk apa ia dilahirkan, bagaimana ia bisa mengenal ALLOH sang Pencipta, mengenal Utusan2 NYA dan apa saja yang harus dilakukan selama Alloh memberi kesempatan kita menikmati DUNIA ,  semua ini tentunya tanpa kesia-sian ,demi tujuan KEBAIKAN bagi manusia itu sendiri,bagi keluarganya, bagi masyarakat lingkungannya, bagi seisi alam agar bisa berbagi dengan sekitarnya, Kebaikan yang kita lakukan akan membawa manfaat jangka panjang Yaitu AKHERAT…”Sudahkah kita mengumpulkan Tabungan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan Akherat..?

“Mulai dari diri sendiri!!…ayo Bangkit!..ikuti apa perintah Tuhanmu, Rosullulloh mengerjakan apa saja,?”.. ‘ayo Ikuti……Beribadah sebanyak-banyaknya, mengikuti yang di contohkan Rosullulloh….Agar kita bisa mengenal Alloh, Mulai dari yang berat…’sholat Tahajud,!’ bangun sebelum subuh, dilanjutkan Sholat duha, lengkapi sholat wajib dg sholat sunnah rowatip Qobli-ba’di plus dzikirnya…,sisihkan uang belanja, berbagi pd  sesama, yatim piatu, khususnya orang tua sendiri, mengalahkan kebutuhan pribadi…Alloh pasti akan mengganti….

 “Isi waktu dengan banyak membaca!.”.,minta sama Alloh, minta ILMU yang dapat mendekatkan diri kepadaNYA..,mulai dari yang utama yaitu membaca Al-qur’an, menghafal surah2 pendek, membaca buku-buku agama, bertafakkur pada saat Tahajud…,menangis saat sujud biarkan bergetar tubuh menumpahkan segala kebutuhan, menyesali dosa-dosa, berharap dan menggantungkan hidup mati  hanya kepadaNYA…,tiada yg dipikirkan selain mencukupkan diri hanya kepadaNYA… “ Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang saling nasehat-menasehati didalam kebaikan dan kesabaran.
(Q.S; Al-Asar)Mengajarkan pada diri sendiri bahwa hidup ini hanya sesaat, tak ada waktu untuk berangan panjang, banyak MELAMUN, membawa KERUGIA

Benarlah.., apa yag dikatakan dalam sebuah buku, bahwa bangun pada malam hari, sholat, Dzikir, kemudian banyak bertafakkur, banyak membaca, akan dapat memunculkan banyak ide-ide yang tak terduga,menfungsikan otak dg baik ,( kata Imam Al-Gazali ilmu merupakan vitamin bagi otak manusia,selama tiga hari kita tidak membaca maka otak akan mulai tumpul,sama halnya dg tubuh , jika tidak makan tiga hari saja akan lemas ) ‘akhirnya!!’,mengisi hidup seperti ini yang dpt MEMBUNUH KEJENUHAN.

“Masa depan …?” itu rahasia Alloh, hanya Alloh yang tahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang, tugas kita hanya memikirkan saat ini saja, “Takdir apa yang membawa kita hari ini,? Takdir baik atau buruk semua ujian, bila takdir buruk ini pasti ada yang salah dalam diri kita..bila takdir baik… bisa saja ini ujian dari Alloh, tetaplah Waspada dan curiga kepada diri sendiri, terutama mencurigai hawa nafsu yang selalu membujuk untuk BERBURUK SANGKA kepada siapapun……

“Masa lalu…,? Kenanglah masa lalu  kebaikannya saja…manfaat apa yang bisa mengantarkan kita hingga saat ini menjadi lebih baik dari yang lalu,?”, tentunya  hanya dengan banyak-banyak bersyukur……



Alhamdulillah Ya Alloh…telah KAU kabulkan do’a ku untuk memiliki suami yang baik…..# saking baiknya , selama 20 tahun membina rumah tangga tak pernah kulihat suamiku marah padaku, meski aku berbuat salah…J
”kenapa waktu itu aku tidak meminta seorang suami Kaya..,? mapan..,? tampan..,? berilmu (ustadz…KepinginkuJ).?”  ‘Aku tidak tahu’….yang ada di pikiranku hanya meminta dijodohkan dengan orang yang BAIK…hanya satu kata ‘BAIK’ saja titik…

Yapp.. inilah Hadiah TERBAIK yg Alloh berikan padaku, seorang suami yang setiap hari pandai menyenangkan keluarganya, membuat anak-anakku  tertawa, selalu siaga melindungi kami, meskipun kami tidak kaya, tidak berlimpah harta, tapi kekompakan selalu terjalin dalam keluarga kami.

“Hambamu ini bersyukur padaMU ya Alloh, belum tentu suami kaya, barilmu , mapan bisa membahagiakan aku, cocok dengan sifatku, mau mengerti kekuranganku ,bila ada yang mendapatkan sesuai keinginannya tentu itu merupakan karunia Alloh atasnya….jodoh yang sudah di tetapkan Alloh  pasti itu yang terbaik bagi seorang hambanya…saling melengkapi kekurangan masing-masing,itu KUNCI nya…, tidak menuntut pasangan menjadi yang kita MAU,merupakan cara  mengajarinya untuk berubah, biarkan ia berfikir sendiri kapan bisa merubah diri  dengan belajar dari pengalaman hidup selama berumah tangga…akupun melakukan hal yang sama..”Mencari Kebaikan dengan banyak ber MUHASABAH  diri, mencari kesalahan pada diri sendiri.
Insya Alloh  kerukunan tetap menghiasi keluarga kami  sampai akhir hayat kami…Amiiin Ya Robbal’alamin……

Wassalamu’alaikum…Wr…Wb..

Selasa, 07 Juni 2011

"Ketika kita bertanya...,?




ketika kita bertanya: “apa yang aku inginkan dalam hidupku….,?” bermacam jawaban kita peroleh…’Aku ingin bahagia, aku ingin memiliki ini dan itu, aku ingin menikah dg si…A, B, C.., aku ingin makan enak…aku ingin  menyaksikan anak-anakku menikah, aku ingin punya cucu…, aku ingin!!...ingin!!,,,dan ingin!!.

Keinginan manusia tak terbatas, tak terjangkau,  akal manusia tak  dapat di perkirakan, selama kekuatan pikiran mengaktifkan  daya pikirnya, impiannya dapat menembus apa saja, melampaui batas  ruang waktu, “sebenarnya apa yang kita cari ?” apa yang kita inginkan!!.., jika  ternyata keinginan kita saja tidak dapat menjangkaunya, disebabkan keinginan itu sendiri di barengi dengan hawa nafsu!!....Lalu,..?” dan kita sendiri tak akan pernah tahu, bahkan menebak apa yang akan terjadipun tidak mampu…..Masa depan itu RAHASIA ALLOH, rencana boleh matang,namun  kejadian tak terduga  bisa saja datang.

“Berfikir”…,Tafakkur, meneliti diri, jujur pada diri sendiri, ….mengenali kekurangan diri  berarti memberi KESEMPATAN MELEMBUTKAN HATI, mencegah  Khayalan panjang yg sudah pasti  kita MERUGI, mencegah dari AMBISI dan meNYOMBONGkan  diri, pikirkan detik ini saja, apa yang sedang kita kerjakan, “ manfaat atau mudharat…, mengejar keutamaan DUNIA apa AKHERAT….,?”

Menjenguk orang sakit..,menghibur tetangga yg kesusahan, memberi sesuatu yang bermanfaat kepada siapa saja yang membutuhkan, dan menghadiri majlis-majlis  untuk menambah Ilmu, memenuhi undangan dst…merupakan anjuran NABI kita……
“Tapi….,!! didasarkan /dengan niat apa kita melakukan kegiatan tsb”? jika tujuan kita menghibur  saudara kita yg kesusahan hanya untuk menyebarkan penyakitnya, sedang kan ia tidak ingin diketahui orang banyak akan hal penyakitnya…..ada juga yang niatnya datang dalam majlis2 dan ternyata ini kesempatan untuk bergunjing ria…,membantu tetangga dengan unsur Riya’, membanggakan diri….”apa ini bermanfaat, dan bisa menambah tabungan di akherat..,? jawabnya ‘TIDAK’ amalnya kebaikannya hilang , lenyap ,sebab kurang belajar ILMU ikhlas hanya mengharap  ridho  ALLOH semata….. “Innamal a’malu binniayat”, segala sesuatu didasari niatnya… ( sabda Rosullulloh)
 JUJUR  merupakan cara tepat menjadi HEBAT tanpa melupakan bahwa untuk menjadi SEMPURNA  tidak akan MUNGKIN….’sejauh apa angan-angan  manusia,… cita-citanya!!?’ toh!, Tetap ROH kita akan meninggalkan dunia, hanya raga yang membusuk, menyatu dengan tanah di bumi ini, impian se TINGGI apapun sah-sah saja,  asal SADAR  diri bahwa PENENTU segalanya hanyalah DZAT yang  maha penentu, Maha tinggi ALLOH S.W.T.

Terkadang .....untuk memperoleh ketenangan kita tidak tahu CARA mendapatkannya……Terkadang….untuk mengejar  KEBAHAGIAAN kita rela  mencari  ‘di’  harta.., mencari  ‘pada’  pasangan mengharapkan CINTA,… mencari ‘dalam’  KEKUASAAN….,  berharap mendapatkan sanjungan orang banyak…. ’mengharapkan’….., Anak-anak  kelak menjadi tumpuan hidupnya di hari tua……”dapatkah  harapan ini terwujud….,?
‘ TIDAK !,’.. tak sedikit kita jumpai dihari tuanya malah hidup sendiri, mencari penghidupan sendiri, meski memiliki banyak anak yang entah kemana,banyak saudara namun meninggalkannya…..
’MARI!’…, belajar menghilangkan ketergantungan pada Makhluk.., hilangkan harapan kepada manusia..hilangkan harapan pada tetangga, saudara, bahkan anak-anak kita sendiri…….”Hasbunnalloh wani’mal wakil wani’mal mawlaa wani’mannasiir…,?” ‘Cukup bagiku Alloh penolongku, sebaik-baik penolong bagiku hanya  Alloh…..

Terkadang…apa yang diinginkan  dapat di penuhi, Rumah, tanah dimana-mana, istri/suami idaman, harta menumpuk, cinta, kekuasaan, anak yg manis, cucu-cucu yang sangat lucu , seakan tak ada lagi kebutuhan yang tak terpenuhi lagi…,”sudah bahagiakah kita…,?”..“Belum!!,” masih saja ada keinginan lainnya, entah apa itu..,?”
Begitulah Manusia selama hidupnya tidak akan terbebas dari keinginan,  manusia diikuti hawa nafsu, manusia bersifat  MENUNTUT,  diciptakan ALLOH dengan segala KELUH-KESAH, “mana mungkin menghindari segala sifat yang sudah di tetapkan Alloh…?” tidak akan mendapatkan kedamaian seorang  yang masih memiliki sifat MENUNTUT dan tidak TERIMA.

Pasrahkan….. keinginan-keinginan kita kepadaNYA, Pasrahkan ….,apa yang akan terjadi,tak perlu di pikirkan …Pasrahkan…..,takdir apa yang akan menjemput kita… Pasrahkan ….,nasip baik-buruk atas KehendakNYA, Pasrahkan….kita lahir, mati, kaya, miskin,cacat, normal, ALLOH yang INGIN.
“Mintalah!!.., kepada ALLOH apa saja  tapi bukan meminta kenikmatan yang berhubungan dengan Duniawi…….
‘Ya ALLOH..,Ajarkan bagaimana kami dapat bersikap SANTUN kepadaMU….”
 “Ya ALLOH.., Ajarkan kami Ilmu yang dapat mendekatkan diri kepadaMU…”
“Ya  ALLOH.., Ajarkan kami untuk selalu tertuju kepadaMU…merindukan RosulMU..mejalankan ajaranMU dengan benar….
“Y a ALLOH .., hilangkan ketergantungan kami kepada makhlikMU……
“Ya ALLOH…Matikanlah kami beserta keturunan kami meninggal dalam keadaan KHUSNUL KHATIMAH, beri kami penghidupan yang terbaik di Dunia dan Akherat.

Wassalamu’alaikum…Wr..Wb..

Kamis, 02 Juni 2011

' Face Book '



'Fenomena Face Book,”… beberapa waktu lalu pernah saya baca dalam sebuah Artikel Internet, Sang penemu Face Book adalah mark Elliot Zuckerberk, (Terlahir dari keluarga Yahudi yang kaya), dalam Artikel tersebut disebutkan bahwa Mark mengatakan pd seorang temannya, bahwa Ia telah menemukan sarana untuk mengexpost diri, yang dengan sendirinya seseorang akan mengungkapkan pikiran, perasaanya melalui alat tersebut yaitu Face Book. Sang teman bertanya: “ apakah kau memintanya datang di situsmu?”, “ tidak, tapi mereka sendirilah yang menginginkannya.” Jawabnya.

Dalam pembicaraan  tersebut saya pribadi mengambil kesimpulan bahwa, tanpa sadar kita telah tertarik dan terpengaruh dengan sarana yang dapat menjadikan tempat curhat terpenuhi melalui sarana Face Book, apa lagi di era modern ini tak banyak waktu bagi kita untuk bersosialisasi, berinteraksi  dengan banyak orang, semakin sedikit waktu yang tersisa di rumah, seakan kita telah kehabisan waktu di tempat kerja, di jalan karena kemacetan dsb,

Face Book suatu sarana jejaring social yang menjaring pertemanan tanpa batas dari segi social, waktu maupun jarak, kita bebas berteman kepada siapa saja yang kita inginkan dan kapan saja waktunya tanpa dibatasi….yach  tentunya ini memang sangat menguntungkan sekali bagi siapa saja yang membutuhkan interaksi dengan banyak orang setelah seharian beraktifitas, karena pada dasarnya seseorang membutuhkan tempat menuangkan segala unek-uneknya tanpa melibatkan keluarga atau orang terdekat yang sama2 sibuk. Disamping itu melalui Face Book kita bisa mengutarakan apa saja tanpa merasa terbebani .

Face Book, dilain sisi, dapat juga merugikan penggunanya apabila jika terlalu meng EXPOS diri tanpa menggunakan pertimbangan nilai kesantunan dalam menulis Status, bisa-bisa akanterlihat seperti orang Bodoh. Misalnya bagi anak remaja yang sedang pacaran, tanpa sadar meratap-ratap menangisi nasip,  karena diputus sang pacar, sedang bagi oom-oom hidung belang, dengan mudah merayu ABG tanpa kawatir bahwa statusnya bisa dibaca dan dilihat  orang banyak, Inilah contoh seseorang yang kehilangan akal sehatnya disebabkan terlalu berlebihan dalam meng expresikan diri, seakan-telah terHIPNOTIS tanpa disadarinya bahwa apa yang dilakukannya mendapat sorotan orang.

Face Book, dapat juga menjadi sarana melakukan aktifitas positif, yang menguntungkan secara materi dengan membina hubungan perdagangan dengan sesama pengguna bila ada saling kecocokan/ ketertarikan dalam suatu produk yang dijualnya.




Face Book bisa juga menjadi sarana Pencarian jodoh, meski sebelumnya tanpa ada maksud kesana, “Apa sih yang tak mungkin di Dunia ini bila memang Alloh berkehendak seperti itu”?  Hubungan jarak jauh ( Long distance ) di jaman modern bisa saja dilakukan dan Face book menjadi  alat pengontrol pasangan masing-masing, sangat bermanfaat bagi yang membina hubungan jarak jauh. Meski secara fisik tak pernah bertemu namun contak batin terasa lebih dekat dengan adanya sarana ini.

Selain itu bagi para pengguna yang lebih tertarik dengan urusan Akherat akan memanfaatkan Face Book sebagai Media Da’wah, mensyi’arkan Agama dan tempat bertanya, sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan orang yang berwawasan luas dalam bidang Agama, tanpa berkumpul secara fisik, bahkan tanpa memajang gambarnya (yang ini lebih aman) karena kita akan terhindar dari PENGAGUMAN secara fisik kepada seseorang yang luas ilmu Agamanya ( terhindar dari zina mata ), dengan banyak bertanya tentang hal Agama, atau memberi masukan comen-comen yang baik sesuai anjuran Nabi kita “ sampaikan walau hanya dengan satu ayat.”


Jadi bila kita mengamati, sebenarnya Face Book merupakan sarana yang menguntungkan sekaligus merugikan. Ini tergantung dari penggunanya. “apakah ‘Mau’ menggunakan AKALnya dalam memanfaatkan Face Book dengan berniat menyebarkan kebaikan melalui tuangan pikiran yang membawa pengaruh positip/negatif
 Atau  secara tanpa sadar kita’Mau’ dikendalikan alat ini,” yaitu dengan menunjukkan kepribadian yang malah dapat menjatuhkan harga diri kita sendiri, dengan berlebihan dalam mengExpos diri..

Segala sesuatu yang ada di pikiran jika ingin dituangkan ada baiknya dipenuhi pertimbangan  matang, meski hanya menulis SATU KATA saja karena ini akan membawa makna yang DALAM dan LUAS, bisa juga mengundang simpati atau malah kontroversi, bermakna positif atau negatip orang banyak akan dapat menilainya sesuai dengan pengetahuannya, dan masing-masing pribadi mempunyai presepsi yang berbeda-beda dalam menilai ungkapan kata.

Tidak bisa kita melarang, menghujat, menyuruh atau mengomentari status-orang lain dengan maksud, Merendahkan, mengajak berdebat, bahkan memancing amarah seseorang dalam menuangkan pikiran.
Biarlah mereka yang belum dapat menggunakan uangkapan kebaikan melalui statusnya?comennya, akan belajar sendiri, tanpa kita mengajarinya. sebab Face Book bisa juga dikatakan BUKU HARIAN milik bersama yang semua orang bisa menggunakannya. Tugas kita hanya saling mengingatkan secara baik-baik. Ini pun ada persyaratan tertentu, bagi teman terdekat yang kita kenal misalnya,ini disarankan.

Tapi bagi orang lain yang kita tidak mengenalnya dan tak ada urusan maupun hubungan apapun… hati-hati untuk bercomentar, bisa-bisa  malah mempunyai  banyak musuh di Face Book. Sedangkan kita bermaksud mempunyai sahabat, menjalin pertemanan, jika ada yang dikaruniai jodoh  Alloh melalui F.B,
 tentunya ini sangat menguntungkan sekali, hubungan yang luas, hubungan persaudaraan bertambah, bagi sesama keluarga jauh dapat mengetahui keadaan saudara kita,  saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, itu sebenarnya tujuan hakiki dalam hidup ini

“ Wal’assrii innal innsaana lafii khusrin illalladhiina aamanu wa’amilusshilikhati watawaa shoubil hakki watawaa shoubiss sobri” artinya: “ Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali orang yang saling nasehat-menasehati didalam kebaikan dan kesabaran. Q.S. Al-Asar.

 
Wassalamu’alaikum Wr…Wb…. Semoga bermanfaat.

Selasa, 31 Mei 2011

" Tuntutan "



Terlalu banyak, keinginan, harapan, tuntutan…..

“ Raga! ” raga  menuntut kebutuhannya, hak-haknya yang tak terbatas…..makan, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya-dan sebagainya…..

“ Jiwa! “ jiwa menuntut untuk di ARAHKAN,  ibarat seorang sopir yang mengarahkan mobilnya, “ kemana kita meng’arahkan, menentukan pilihan, ? sebab hidup itu PILIHAN, milih baik : bertambah dewasa,tenang, jauh dari kekhawatiran.
Milih buruk: resah, susah, gelisah, cemas…Alloh tidak menimpakan musibah melainkan membiarkan musibah terjadi sesuai pilihan manusia  # Jefry lang #



“Fa’alhamahaa fujuurohaa wataqwaahaa kod’aff  lahamann zakkaahaa waqodh khoobaamann dhassaaha”….Artinya: “Allohlah yang mengilhamkan kepada jiwa itu jalan fasik dan takwa, beruntunglah orang yang selalu mensucikan jiwanya dan rugilah yang mengotorinya QS. 91 ;

“ Ruh! “ ruh tidak menginginkan apapun, selain kebutuhannya untuk BERIBADAH kepadaNYA…sebab ruh Hakekatnya Suci, bersumber dari DZAT yang maha suci dan ingin kembali dalam keadaan Suci…dapat terpenuhi hanya dengan banyak-banyak beribadah kepada Sumber kesucian yaitu selalu mendekat kepada ALLOH, inilah kenikmatan hakiki bagi orang yang telah berhasil mancapai nya ( ma’rifah )

“ Kenikmatan! “ apa kenikmatan,?.. Kenikmatan bukanlah segala kebutuhan hidup duniawi terpenuhi, tapi NIKMAT adalah apa yang menjadi TUNTUTAN  Alloh kita dapat memenuhinya…syahadat, sholat, puasa, zakat, haji  “ sudahkah kita penuhi dengan BENAR,” ya….yang Maha Benar hanya ALLOH, “ bisakah kita ‘tertular’ Kebenarannya sedikiiiit saja..?

InsyaAlloh bisa……
“ Paksakan!” tuntutan rukhani kita terpenuhi menyampingkan kebutuhan
badani kita…..InsyaAlloh kehidupan yang tenang dan tak banyak tuntutan serta ambisa dapat kita capai, sebab kebutuhan ragawi penuh tuntutan kita tidak akan dapat mencapainya, ingin lagi..dan  ingin lagi.

“ Membaca” ikuti perintah Alloh untuk menuntut Ilmu..IQRO’..(baca !).
“Bacalah atas nama Tuhanmu, dan seterusnya..(Q.S Al-‘Alaq). Membaca Alqur’an yang terutama..kemudian membaca Biografi orang terkenal. Rosullulloh adalah orang yang wajib kita ketahui perjalanan  hidupnya, Hamba Alloh yang terbaik yang patut kita IDOLAKAN diatas makhluk lain, dengan membaca, meski kita tidak pernah bertemu dg orang BIJAK  kita akan mengenalnya melalui kitab2nya, dengan  membaca kisah para Mu’alaf yang mengenal Islam di teruskan  usaha pencarian yang tak kenal lelah sampai akhirnya menemukan Tuhannya, “jangan pernah berhenti dalam mencari Tuhanmu sampai kamu menemukannya” ( nasehat orang bijak )
Membaca Sejarah Islam sangat penting supaya tumbuh rasa cinta dan bangga beragama Islam, merasa cinta dengan para Nabi utusan Alloh yg dengan gigih berjuang menegakkan Dinnul Islam sejak Nabi Adam A.S.

“Kemudian”?, kata syeh Abd Qadir Jaelani:” amati perilaku orang yang saleh,” bagaimana Ia bertutur kata, bergaul, berperilaku bahkan cara berpakaian.
Sebab kata beliau, orang saleh sudah melihat Alloh dengan Kalbunya yang tidak dapat digambarkan dg Indra biasa, orang yang saleh sudah berhasil menundukkan Hawa Nafsunya, orang saleh selalu mengawasi perilakunya sendiri karena merasa diawasi Alloh, Orang saleh senantiasa ber MUHASABAH , sibuk dengan memperbaiki diri sendiri tidak tertarik dengan aib orang lain…

Belajarlah dari mau mengambil pelajaran dari manapun, tanpa tergantung  jenjang pendidikan ,jika memang tidak memungkinkan. kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman hidup diri sendiri maupun pengalaman hidup orang banyak, atau belajar melalui Alam sebab terkadang Alloh mengajari manusia melalui berbagai macam musibah, banjir, tanah longsor, kebakaran dsb. Dg tujuan: agar manusia sadar dan tidak sombong, bahw apa yang kita miliki sebenarnya milik Alloh yg sewaktu-waktu bisa diambil pemiliknya.

Terkadang Alloh meminjam perantara anggota tubuh orang lain untuk mendhalimi kita, entah itu dengan kata-kata kasar melalui lidahnya, entah dg tangannya mencuri hak kita dll, itu semua dibiarkan Alloh terjadi dengan maksud supaya kita ber MUHASABAH DIRI ( introspeksi), mungkin selama ini kita sering mendhalimi orang lain tanpa kita sadari.
Mari lebih mau melihat kedalam diri sendiri setiap musibah yang datang pasti Alloh yg merencanakan sesuai dengan kesalahan-kesalahan kita.




Dengan menyalahkan orang lain tanpa melihat kesalahan diri membuat mata hati kita semakin tertutupi.

Mari kita sama-sama belajar MENCERDASKAN diri dengan mau mengambil pelajaran dari mana saja, yang akan kita peroleh bila belajar dari kehidupan adalah KESABARAN, sebab hal tersulit yang dilakukan dalam hidup ini adalah LATIHAN UNTUK SABAR

Wassalamu’alaikum Wr…Wb ..semoga bermanfaat



"Menangis"



‘MENANGISLAH’…….mari  MENANGIS”,………
Tanpa melihat kita ini Wanita atau pria……Tanpa Gengsi  ‘apa kita sudah tua atau muda’…..Tanpa memandang diri kita  Kaya atau miskin, dewasa atau anak-anak….. Karena TANGIS lah ……yang membedakan kita dari hewan karena hewan tdk dikaruniai perasaan,… Menangis merupakan tanda kejujuran hati yg terdalam dan tak akan berbohong dan tak dapat dibuat-buat, karena keluarnya sepontan, tanpa kita menginginkannya, tanpa direncanakan.

Menangis... saat kita ditinggal pergi orang yang kita cintai, karena’ KETIDAKSIAPAN‘ diri menghadapinya dan ini salah satu tangis KEKECEWAAN ,yang manusiawi . karena manusia tidak akan dapat menduga apa yg akan terjadi dan tidak akan pernah SIAP menghadapi situasi yang sifatnya MENDADAK dan tak TERDUGA, Alloh mengajarkan kita untuk ‘MAU HIJRAH’  mengikuti kehendakNYA sebab ALLOH itu Maha KUASA dan Maha MEMAKSA..IA telah mengajarkan kita untuk TUNDUK kepada KETENTUANNYA.

Menangis…..ketika kita sujud kepadaNYA, mengakui dosa-dosa  kita, karena Alloh senang jika kita menangis kepadaNYA, bergantung kepadaNYA, meminta hanya kepadaNYA dan JUJUR mengakui kesalahan di hadapanNYA...

Menangis…mendengar lantunan Ayat suci yang dibacakan dg suara merdu sang Qori’, meski kita tak paham artinya namun,bila hati berbicara , maka air mata merupakan kejujuran hati yg terdalam dan tak akan dpt berbohong,  bahwa kita Cinta ALLOH melalui KalamNYA

Menangis…Saat  mengirim Sholawat atas Rosululloh S.A.W..mengingat betapa cintanya Beliau dg Umatnya bagaimana Perjuangannya menegakkan Islam, yg penuh perjuangan , perlawanan  keras dari saudara2 nya dan dimusuhi  Masyarakat luas yg menentang da’wahnya, menangislah untuk mengenangnya..paksakan kalau perlu, agar kita TAHU diri dan BANGGA MENJADI UMATNYA…
Dengan banyak membaca tentang Riwayat Hidupnya kita akan mengenalnya, bertambah  Cinta pdnya, Rindu….. kepadanya dan akhirnya gampang tersentuh bila disebut namanya…”Ya Rosul” ….”Sollu’alaa Rosulillah..Habiibil Mustoofa”……

Menangisi …………..Saudara-saudara kita di Palestina, Afganistan,Irak dan di belahan Dunia manapun,yg sdg mengalami penderitaan karena Negaranya TERJAJAH  ditangan teroris yang sesungguhnya yang berkedok pahlawan…..

 Menangislah ,menangisi….bagaimana pejuang-pejuang Islam berjihad Fiisabilillah demi terwujudnya Kedamaian sesuai Syari’at Islam.seagaimana Rosululloh yang telah mencontohkan model pemerintahan seperti di Madinatul Nabi…pada masa ke NABI an dan diteruskan Khulafa’ur rosyidin….

 Menangislah, menangisi…….bagaimana Umar ibnu Khottob Memasuki Yerussalam, menempuh perjalanan  selama 40 hari hanya dengan mengendarai onta yang lemah tanpa pengawalan siapapun  kecuali dg pembantu.

Menangislah,bayangkan…… Beliau yg sudah tua dengan pakaian yang lusuh,tanpa  iring-iringan pasukan-pasukan berkuda ,pakaian kebesaran sebagaimana Bangsa yang sudah berhasil menaklukkan Negara lain,padahal beliau adalah PENGUASA Islam …yang mengalahkan Romawi

 Menangislah…bayangkan  Ia bergantian menaiki unta dengan pembantunya bukan pengawalnya…..sampai-sampai ‘Sapronius’ dibuatnya MALU ketika memasuki Yerusalem justru pembantu Umar yg Mendapat Giliran naik onta dan bukan Umar bin khatab ( karena Ia menolak menaikinya sebab ingin berlaku adil <mereka menaikinya secara bergiliran> ), Sapronius menyambut Umar dg sgl pakaian kebesarannya berikut pasukannya….dan (inilah model kepemimpinan Umat  yang baik, benar, yg berguru langsung kepada Nabi kita).

Menangislah, bayangkanBagaimana Salahudin Al-Ayyubi memasuki Yerussalem dan memenangkan pertempuran melawan tentara Salibis  dengan penuh kedamaian tanpa ada pembantaian seperti yang diperbuat  kaum Kafir. Karena beliau mengikuti Nabi kita yg telah mengajarinya, malalui para sahabat Nabi .

Rosululloh memberi contoh dengan peri lakunya seperti yg telah diajarkan Jibril utusan Alloh , melalui Alqur’anu Tepat pada saat umat Islam sdg memperingati Isra’ mi’raj Nabi kita…Alloh telahnya  menganugrahkan hadiah Kemenangan hanya kepada pemimpin yang Taqwa, taat dan Ikhlas berjuang hanya karena CINTA ALLOH dan ROSULNYA…..
Kita merindukan ..ROSULULLOH..merindukan Umar ibnu khattab.. merindukan Salahudin Al-Ayyubi…merindukan kedatangan Imam MAHDI…bersama-sama Umat Islam yg Istiqomah untuk mempersiapkan kedatangan Nabi ISA As

Wassalamu’alaikum Wr..Wb.. Semoga bermanfaat…Amin

Senin, 30 Mei 2011

Kearifan

'KEARIFAN'

oleh Aisyah Ais pada 29 Mei 2011 jam 6:17


Kata-kata Hikmah
  
Hampir semua orang tahu bahwa : Iri, tersinggung, Bangga, Marah, itu tidak baik namun tak banyak orang tahu bagaimana mengendalikan sifat tsb.

Caranya:…Harus latihan terus menerus menghadapi peristiwa yang tidak MENG’ENAK’KAN dan jangan sampai MENYERAH sampai kita sukses menjadi orang yang MATANG, TENANG DAN DEWASA dalam menyikapi masalah, orang ARIF akan terus berusaha mencari petunjuk yg mengantarkannya menuju keberhasilan dalam mempraktekkan KEBIJAKSANAAN.
  
KIAT  berhasil menuju KEARIFAN : Hindari rasa GENGSI, sifat EGOIS, terus mencari pengetahuan untuk mendukung keberhasilan mengatasi sifat2 negatip dengan banyak membaca buku untuk memandu kita menuju KESABARAN atau mendengar nasehat dari siapa saja meski  dari orang yg lebih muda dari kita dan yang lebih utama ,banyak-banyak berdo’a kepada ALLOH agar DIMUDAHKAN dalam menerima petunjuk KEBENARAN.

Hasilnya:  Sikap ARIF akan menyelamatkan kita dari KEJAHATAN dan KEJAHILAN serta menyelamatkan kita dari orang yang suka MENENTANG, mudah TERSINGGUNG, AGOIS  yang terpenting akan menjaga kita dari situasi BAHAYA AGAR TIDAK  “MENYEMBAH” kepada orang yang tidak PAHAM AKAN NILAI-NILAI dan ETIKA.

       Jangan sampai kita ‘MAU’  DIKENDALIKAN orang yang di PERBUDAK HAWA NAFSU, JUSTRU  KITALAH  YANG  HARUS  MENGENDALIKAN  HAWA NAFSU  AMARAH orang tsb, karena PEMARAH tidak bisa menolong dirinya sendiri.

       Jangan  “MAU”  MENJADI  PELAMPIASAN  ‘AMARAHNYA’, biarkan  PEMARAH mengatasi masalahnya sendiri.

       Orang ARIF : Akan merahasiakan ILMU nya dan hanya akan memakainya disaat DIPERLUKAN.

       Orang ARIF: Merupakan GUDANG nya Ilmu dan DAPAT DENGAN CEPAT MENGETAHUI JALAN KELUAR DARI SETIAP MASALAHNYA karena TELAH MENGETAHUI  ‘CARA’nya.

       Orang  ARIF: Bukan berarti orang yang GENIUS, karena orang Genius banyak juga yang bunuh diri, dan bukan pula orang yang PINTAR karena orang PINTAR banyak pula yang tidak punya ETIKA, KEMUDIAN ORANG KAYA…? Tidak sedikit orang yang kaya bersifat SOMBONG, suka meremehkan orang lain dengan berlaku TIDAK ADIL, jadi…?

       Orang ARIF : adalah orang yang sudah Berhasil dalam mempraktekkan ilmu  PENGETAHUANNYA bagaimana memperlakukan orang lain dengan BAIK, MENGHORMATI, MENGHARGAI  dan menjunjung tinggi nilai-nilai KEHORMATAN.

       KEHORMATAN: Akan menguatkan jiwa, KEHORMATAN AKAN MENDUKUNG TAKDIR BAIK DAN BURUK, menghormati orang lain berarti MENGANGGAP ORANG LAIN ‘PENTING” untuk di perhatikan .


Wassalamu’alaikum…Wr…Wb ..Amiin  yaa Robbal’alamin.
Semoga bermanfaat.
· · Bagikan · Hapus

Minggu, 22 Mei 2011

Oh Yerussalem


 

Apakah disebut suci,
bila ia telah dijajah dan dijarah?
bila hak tidak lagi tegak?
bila hidup kian meredup?
bila tangis dan darah tlah lebur menjadi tanah
merah.

 

Apakah itu kesucian,
bila disana tiada yang bernama keadilan?

bila
kaktus bahkan tak sanggup berduri?
bila

angin gurun bahkan tidak sanggup bertiup
kalah dengan deru pesawat
dan gemuruh bombardir rudal.

 

Apakah kesucian masih berharga,
bila jeritan tak lagi didengarkan?
bila raungan anak kecil tak lagi dihiraukan?
bila kemanusiaan tidak lebih berharga daripada
selintas nafsu kebinatangan.

 

Masihkah ada kehormatan di Tanah Suci Palestina?
Tanah Suci yang tercabik – cabik kemuliaannya,
tanah para nabi yang terluka.


Masihkah ada Palestina?
di hati kita?

Aku bahkan tak bisa berbuat apa – apa


Kehangatan itu memercik
memantik,
mencipta serupa nuansa cinta.
Cinta itu berpendar
memencar,
merangkai selaksa do’a untuk Palestina.
Aku bahkan
tak kuasa untuk sekedar menuliskan
bait – bait kesenduan
tentangmu.
Aku bahkan
tak mampu untuk sekedar menggoreskan
puisi penuh kasih
bagimu.