Pages

Sabtu, 16 Juli 2011

Pengalaman I, II, III.



Pengalaman I

Teringat ketika pertama kali memutuskan memakai jilbab, berawal dari ketidak nyamanan seringnya diganggu orang yang terkesan ‘melecehkan’ sebagai seorang wanita baik-baik tentu saja rasa tidak terima menjadi semacam penolakan dalam diri siapapun, apa lagi cara berpakaian sopan tetap menjadi persyaratan utama. Sering juga mengeluh pada suami, “mas kok tadi anak sebelah suit2 sama aku…? Ada apa ya?” jengkel juga di lecehkan seperti ini,: batinku bertanya: apa aku kesannya wanita yang genit ya? Rasanya aku jarang sekali tersenyum sama orang yang tidak dikenal… apalagi dengan anak-anak ABG..”

Berawal dari ketidak sukaan inilah kemudian memutuskan untuk menggunakan jilbab, belum ada kepikiran sama sekali tentang keuntungan lain dari menggunakan jilbab, (kala itu kira2 sebelas tahun yang lalu aku memulai memakai jilbab) jangankan tahu syariat Islam yang mewajibkan wanita harus menutup aurat dg jilbab, yang terfikir hanya keinginan tidak suka digoda orang saja.

Baru kemudian terasa suatu keinginan kuat untuk mendisiplinkan diri mempelajari tafsir Al-qur’an, baca-baca biasa hanya ingin tahu sebenarnya terjemahan Al-Qr’an itu seperti apa….? Karena selama ini hanya membaca Huruf arabnya saja tanpa tahu artinya. Kemudian mulailah ku rutinkan mempelajari terjemahannya setiap hari sampai tamat, sedikit tahu akhirnya apa yg dimaksudkan Al-Kitab ku ketahui, (hanya sekedar tahu sebagai orang awam)

Godaan dari orang luar kemudian tidak ada lagi, terjawab sudah satu manfaat dari jilbab kemudian kemauan kuat untuk mempelajari Al-Qur’an akhirnya mengikuti keinginanku dan bila berkumpul dengan saudara-saudaraku di kampung tak canggung lagi (kalau dulu sering merasa risih sendiri modis di tengah-tengah keluargaku yg berkerudung).

Mulailah sifat kerasku agak melunak, anak-anak yang masih kecil belum begitu mengerti akan perubahanku namun yang membuat aku berubah adalah kedisiplinan menjalankan syari’at Agama yang paling utama kutanamkan adalah tentang SHOLAT, anak pertama berumur tujuh tahun terbiasa menjalankan sholat , mengaji dan puasa meski terkadang masih bolong-bolong, si kecil yang kala itu berumur empat tahun hanya ikut-ikutan saja.

Sebelas tahun masa itu telah lewat, kini sudah tak terhitung lagi manfaat dari menjalankan perintah Alloh bahwa seorang wanita berkwajiban menutup Auratnya, Hikmah terbesar adalah menjauhkan diri dan keluarga dari FITNAH yang besar, kenikmatan berturut-turut datang kecintaan pada Agama, terjaga dari bicara yang tidak berguna sebab menyesuaikan dengan hiasan  badani yang tertutup jangan sampai orang menilai kita tidak sesuai dg jilbab yg di pakai sehingga berbicara sembarangan dan tidak sopan.




Pengalaman II

Mengenal lingkungan baru ketika menempati rumah baru merupakan pengalaman pertama bergaul dengan orang2 yg belum berpengalaman karena sebagean lingkungan kami adalah orang pendatang yang belum berpengalaman ber organisasi, menjadi tantangan sendiri dalam meniti kehidupan baru bermasyarakat, awalnya agak canggung, ikut pengajian, seorang tetangga mengajak “bu..ikut yok pengajian di SD…XXX.

Senang rasanya mempunyai kegiatan baru menjalankan rutinitas seminggu sekali mengikuti pegajian, teringat ketika pertama kali  di beri tugas buka acara saat  membaca jadwalnya saja terasa GEMETAR apa lagi pas membacanya, nggak kebayang betapa nggak PD nya aku…L, seorang ibu-ibu ku dekati (sengaja kudekati karena beliau termasuk orang yg pinter….ada rasa bangga bisa berdampingan dg seorang yg berani berbicara di muka orang banyak) “jangan duduk disini…! Katanya; agak sinis,” ini tempat duduk adikku..!” yah.. sudahlah nnggak apa2, pikirku..! merasa di usir..:(

Assalamualaikum..Bu, ( mudah-mudahan beliau membaca blog ini), Ibu..adalah Guru saya, pertama berjumpa seperti orang asing dan kini kita seperti saudara kandung yang sehati. Berkat Ibu saya mendapati pengalaman yang tak terlupakan, senang rasanya bisa berguru kepada Ibu dan kini perjuangan awal berakhir dengan segudang Ilmu yang menunggu untuk di sebarkan, seperti apa yang di sabdakan Rosullulloh SAW “sampaikan walau hanya satu ayat.”

Akhirnya: dari yang pertama kali kita tidak tahu apa-apa, bagaimana berbicara didepan umum, gemetar, sampai mencari-cari guru agar kita bisa mensukseskan acara Mauludan, kini BUAH dari apa yang kita perjuangkan dimasa lalu telah terwujud, semoga Alloh SWT, memberi belas kasihNYA kepada Ibu sekeluarga,..meski Ibu tidak aktif lagi di pengajian namun kami selalu mengingat, bagaimana Ibu selalu mendorong aku untuk BERANI tampil, Ibu adalah tempat bertanya bagiku, dari yg tidak tahu apa2 sampai akhirnya berani berbicara didepan orang banyak adalah berkat dorongan  Ibu. Terimakasih telah memberi saya banyak Ilmu.


Pengalaman III

Sebuah Do’a yang salah telah menjerumuskan dalam keputus asaan yang berbuah HIKMAH besar……
Diawali dengan KEBODOHAN, sebab ketidak tahuan bagaimana meminta KEBAIKAN bagi diri sendiri….
 Ternyata sebuah permohonan DO”A tanpa di dasari pengetahuan dapat menjerumuskan diri…….
Alloh memenuhi janjiNYA akan mengabulkan setiap Do’a orang yang teraniaya tak terkecuali apa yang diminta ternyata SALAH dan tidak baik bagi dirinya….

”Ya Alloh…Aku ingin dikenal orang….aku ingin menjadi orang Ngetop…aku ingin dipandang baik, pintar…( Inilah seburuk-buruk Do’a…yg didasari dengan KEMARAHAN akibat rasa tidak TERIMA di remehkan orang).

Sampai kemudian seorang sahabat menegurku  seakan tanpa basa-basi ia berkata “Bu…!! Maaf, jangan sombong ya,… Suara Ibu itu tidak se BAGUS Bu…xxxx???..!

 Haah….!! Seakan kesetrum mendengar seorang sahabat mengkritik dengan cara seperti ini dan membuat suasana TEGANG, kujawab;…..sejak beliau datang aku selalu mengagumi suaranya ibu…xxx?.. memang suara beliau itu sangat merdu bu…janganlah ibu membandingkan saya dengan beliau sebab seseorang itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, kalau saya seperti dia ya tidak mungkin  sebab suara seseorang itu tidak akan sama..(agak Emosi aku berusaha menjawab),tak ada rasa IRI sedikitpun di hatiku sebab dalam perkumpulan ini tidak ada yg namanya persaingan, siapa yg lebih baik dari siapa..tidak ada juga maksud untuk bersaing, sebab kami  bertujuan sama-sama belajar jawabku.

Semalam tak bisa tidur memikirkan perkataan seorang sahabat dekat, apa yang di lontarkan siang tadi merupakan TAMPARAN keras bagiku, perasaan DOWN,droup menyebabkan keputus asaan untuk tidak mau lagi berorganisasi, ini merupakan pengalaman pertamaku di hina orang di depanku langsung dan syukurlah ibu-ibu yang lain memberikan semangatnya untukku agar jangan sampai putus asa menghadapi masalah.

Adakah yang salah dalam do’a-do’aku..? mencoba mencari jawaban dari setiap apa yang terjadi merupakan hal pertama yang harus aku pikirkan dan menjadikan sebagai bahan perenungan….Alloh mengabulkan semua pinta PASTI ada maksudnya, Yah…kutemukan jawabannya….

Rupanya Aku terlalu SOMBONG, Doaku ternyata salah, sehingga Alloh meminjam lidah orang itu untuk mengingatkanku, tak baik memiliki sifat ingin menonjolkan diri, tak baik ingin selalu menjadi nomor SATU, tak baik memiliki sifat tidak terima. Seseorang harus cepat ‘berbenah’ bila mendapat teguran..bukan malah menyalahkan yg menegur tapi mencoba mencari HIKMAH dibalik kritikan…Aku yang salah….aku yang bodoh….aku yang Egois…aku orang yang SOK, serba merasa PALING..paling pinter, paling cerdas, paling baik dan paling, paling yang lainnya…!!!

Ya Alloh… Aku mohon Ampun atas kesombonganku..ampuni kebodohanku, ampuni kemunafikanku..sesungguhnya aku adalah HambaMU yang hina..sudah selayaknya ENGKAU menghinakan aku sedemikian rupa melalui lidah sahabatku dan ini PANTAS bagiku, sebanding dengan kebodohanku…janganlah KAU biarkan aku menyalahkannya sebab semua terjadi atas IJINMU untuk menyadarkan aku..Tolong Ya ROBB ku.. mudahkanlah dalam hatiku untuk memaafkan sahabatku…tanpa beliau aku tidak akan tahu kesalahan DO’A ku, aku tidak akn tahu kalau aku sombong, egois dll.

HIKMAH dari semua yang terjadi adalah bertambahnya Ilmu, terpacu hasrat untuk terus bejuang memperbaiki diri, berusaha bermuhasabah, mencari-cari aib diri dan menjaga jarak dari segala yang membahayakan hati agar tidak sakit hati, ambil pelajaran dari segala yang terjadi tanpa harus menyalahkan orang lain sebab orang lain terkadang tidak sadar mengapa ia bisa menyakiti kita dengan kata-kata kasarnya yang berujung penyesalan, tanpa ia sadar bahwa ia telah menyakiti kita dan inilah rencana ALLOH untuk menyadarkan diri kita dengan membiarkan semuanya terjadi.

Wassalamu’alaikum..wr…wb.


Selasa, 12 Juli 2011

Cinta sejati.



Jika ditanya tentang satu kata INDAH tak tergambarkan keagungannya terbayang membumbung tinggi menjadi IMAJINASI adala kata CINTA…….
Terjawab jelas tidak ada kata seindah CINTA…….
Cinta Tertinggi adalah cinta sejati…Cinta pada ILAHI…ALLOH yang Maha Suci…
Mencintai Alloh di iringi rasa Cinta kepada kekasihNYA……
“Siapa kekasih NYA…?” Rasa Rindu yang dalam hanya tertuju atas Rosul Mulia…..

 
‘Wahai Nabi’….. Kekasih Alloh, Rindu kami hanya kepadamu……
Rentan waktu, jarak tak mampu mengurangi rindu kami kepadamu….
Terasa ingin menangis, bila di sebut Namamu dalam pujian Ummatmu.....
Sebagai wujud nyata dalam mencintai Tuhanku, ALLOH yang maha tinggi….ALLOH Ya… Ghoffur…Alloh Ya ‘Aziz…Alloh Ya Alim

Cintailah Orang tuamu, Saudaramu, Istri dan suamimu, sahabatmu…..
Sebab ALLOH memerintahmu…..
Bukan sebab Ke Egoisan, ke Pemilikan, Pemujaan berlebihan….
Cinta berlebihan penyebab penyembahan keberhalaan….
Takut kehilangan….merupakan kerugian besar……

Kembalilah kepada Sang pemilik cinta sejati….
Kembalilah jiwa-jiwa yang tenang menuju sumber keabadian….
Kelak kan Kau dapatkan kedamaian, ketenangan, kenikmatan…
Bukan kenikmatan keduniawian yang akan kau rasakan....

Kenikmatan tertinggi, cinta abadi, hanyalah pertemuan melihat TuhanMU…
Surga tertinggi yang di janjikan Alloh adalah dapat melihatNYA…
Kelak di Akherat kau akan dapat melihat wajah ALLOH dengan mata hati dan DZATNYA…
(Syaikh Abd Qadir Al-Jaelani)



Lakukan kebaikan……
Jalankan perintah NYA…melalui Al-Qur’an.
Ikuti Sunnah RosulNYA….melalui Sabda-sabdanya.
Lihatlah…! Perilaku Orang yang di berkahi..
Dengarkan nasehat ulama-ulama yang Saleh, yang luas Ilmu agamanya

Alloh adalah BENAR.
Janji Alloh adalah BENAR.
Pertemuan denganNYA adalah BENAR.
Firman-firmanNYA adalah BENAR.

Wassalamu’alaikum…Wr….Wb.



Senin, 11 Juli 2011

Merubah keputusan

a
 
Sebuah Hadits Rosilulloh SAW, bersabda: “sebaik-baik Manusia adalah yang memberi Manfaat bagi sesama.”

Memahami Hadits Rosullulloh di atas, dapat diambil pengertian bahwa selama kita masih dianggap dapat memberi manfaat bagi sesama, kenapa harus menghindar….? Hanya karena urusan harga diri, “Jangan di ambil hati bu…!,” seorang temen menasehati. Yang lain berkata;”Biasalah didalam sebuah perkumpulan jika tidak ada tegang-tegangnya sedikit itu, nggak seru,? Katanya. Betul juga apa yang di nasehatkan oleh beliau, terima kasi..!! sebuah nasehat yang baik.

Kembali merubah  keputusan, bukan karena niat dalam hati namun sebab tak terduga ternyata terjadi, sangkaan manusia ternyata bukan hal yang PASTI, hanya yang Maha Suci yang mengetahui.

Kemarahan sesaat, berfikir sesaat, bahkan sampai membuat keputusan sesaat bila didasari dengan niat ingin mengambil Manfaat dari setiap kejadian maka kita akan menemukan HIKMAH didalam setiap problema, tak selamanya keputusan yang tiba-tiba akan menghasilkan kerugian, salah satu HIKMAH yang dapat di ambil adalah;
  • ·        Mencegah datangnya FITNAH dikarenakan adanya penjelasan, mengapa harus membuat keputusan.
  • ·         Mengetahui apa yang di inginkan masing2 orang tanpa adanya prasangka terpendam.
  • ·         Mengajarkan pd orang lain dan diri sendiri agar pandai mengambil sikap dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian.
  • ·         Menjadi berhati hati dalam tindak-tanduknya jangan sampai hal buruk terulang lagi.
“Nilai seseorang terletak pada perbuatan baiknya.” (Ali Bin Abi Thalib).
 Kebaikan dapat di ambil dari jalan yang lurus dan berimbang, mengambil jalan tengah, dalam posisi tidak ke kira atau kekanan, tidak merasa tertekan dan tidak ditekan, tidak di paksa dan tidak merasa di paksa.


Dalam sebuah Organisasi setiap permasalahan  membutuhkan kesepakatan bersama, saling terbuka untuk menghindarai prasangka yang akhirnya akan tahu sama tahu, keinginan masing-masing, meski tak menutup kemungkinan bahwa polemik, konflik akan selalu ada seiring berjalannya waktu masalah yang di timbulkan akan selalu berbeda-beda. Kesalah pahaman.  pertama masih bisa di benahi,…. masih ada kesemptan kedua :…lumayan berhati-hati dalam menyikapinya,……. tinggal menunggu yang ketiga,:….. apa yang akan terjadi jika telah mencapai tahapan ketiga biasanya akan mencapai keputusan FINAL, sulit kompromi.

Berpolemik merupakan tabiat Manusia dan tak bisa di hindari……. dengan adanya konflik seseorang akan berusaha menjadi lebih baik, namun ada watak tertentu seseorang LAMBAN dalam mengambil pelajaran disebabkan akalnya yang kurang nyambung dengan hati.
 Sulitnya menerima nasehat sebab kerasnya hati, ciri-cirinya: berbicara kasar, tak dapat mengendalikan emosi, tidak memahami perkataan dan gampang marah, berprasangka buruk, wajah TERTEKUK, kata seseorang: “Bu…! Senyumnya Cuma setengah..!!, Ehh nggak.. hanya seperempat…!, kata yang lain.
  

Type watak seperti ini, bila terlalu akrab dapat menyerang hati dengan kata-kata dan sikapnya, sebaiknya orang seperti ini dijahui namun tetap bersikap baik tanpa terlalu jinak.

Bagaimana seseorang dapat mengetahui nilai KESANTUNAN kepada ALLOH jika yerhadap sesama Manusia saja tidak memahami ETIKA.

‘Akal yang sehat adalah akal yang mampu menembus hati dan memahami kebenaran. Kebenaran membuahkan keseimbangan. Akal yang sehat menjadi PENYEIMBANG yang berlawanan, (Al-A’qod).

“Allohumma anntall hakku, wawa’dhukal hakku, walikoo’ukal hakku, wakaulukal hakku.”
‘Ya Alloh Sesungguhnya ENGKAU maha benar, janjiMU adalah benar, perjumpaan denganMU adalah benar dan FirmanMU adalah benar.”

Sekian…
Wassalamualaikum…Wr..Wb.

Minggu, 10 Juli 2011

Mimpiku


Mimpi terjadi tanpa terbayang kan menjadi nyata…..
Terjadilah apa yang ada dalam gambaran terbayang nyata….
Seperti hari  ini, misteri menampakkan kesungguhannya…
Sebuah Ular besar  menyeramkan menyertakan ikan…..

Bertanya dalam  hati  ‘apa arti Mimpi ini….?”….
Ahh..! terjadilah apa yang akan terjadi…merupakan ketentuan ILAHI.
Ular….terbayang akan adanya perselisihan….
Ikan….terbayang akan adanya keberuntungan…..
Boleh percaya boleh tidak…(Beliave its or not..!!)

“Perselisihan……? Dengan siapa? Rasanya tak pernah punya musuh…..(tanyaku dalam hati).
Ya sudahlah…buat apa di pikirkan, malah menjadi beban….

Hari ini terputus Sebuah tali terurai tanpa rencana,…..
 Tali persahabatan yang terjalin cukup lama……
setiap Rahasia telah terbuka, kembali tertutupi , terlupakan….
Tak perlu ada pertanyaan….”siapa yang mulai duluan.?”


Ternyata Sebuah kata bisa menghancurkan persahabatan….
Sebuah kata pengganti lidah yang seharusnya di ajari…
Menyakiti ….menyinggung harga diri…memuncakkan Emosi….
Akhiri…akhiri dengan Santun “bukankah kau sudah seharusnya belajar sopan santun.?”…(tanyaku dalam hati).

Satu mimpi terbukti……tinggal satunya lagi….
Keberuntungan ditandai  dengan Ikan….
Surat keputusan telah dibuat……
keputusan mundur telah tercatat……….
Dalam sebuah Catatan terbaca dengan jelas makna tersirat kata ‘BERPISAH….!

Keberuntungan besar menampakkan khabar baik…
“Rizkimu mu datang hari ini….” Satu lagi ini ketentuan ILAHI.
Yang Maha Suci Alloh Tuhanku, menolongku…..
 Alhamdulillah Ya Robb…..terima kasih  ya Alloh…

Segala masalah bulan ini teratasi………
Segala beban kelompok ku putuskan hari ini…ku akhiri, dari pada membebani diri…?
 Satu kata ku buat.... PUTUS.
Putusi dengan baik tanpa konflik, menghindari polemik  panjang yang mungkin terjadi…


KEBAHAGIAAN SEKALIGUS KESEDIHAN…….:)L
ULAR BESAR BERIRINGAN DENGAN IKAN BESAR
SUNGGUH TAK WAJAR MIMPI MENJADI KENYATAAN..
KIRA-KIRA SEBULAN KEJADIAN TEREKAM…..
HARI INI BERSAMAAN DATANG………

Sekian …
Wassalam.


Jumat, 08 Juli 2011

Pesan untuk Sahabat.




Mengapa harus ada kata “ SEHARUSNYA” seandainya satu kata itu hilang, tentu tidak akan ada kesan ‘pemaksaan’ , memilih kata yang tidak tepat dalam mengungkap kan sesuatu menyebabkan praduga salah penafsiran, perselisihan dapat terjadi disebabkan kurang pahamnya seseorang tentang arti sebuah kata yang dapat mempengaruhi penilaian kita terhadap watak seseorang dan dapat di tebak bagaimana sifat orang yang menyampaikannya tanpa ia mengetahuinya.

‘Janganlah kamu begini, jangan begitu !! merupakan kalimat berkesan MELARANG (kata yang kurang SANTUN) bila diucapkan sembarangan kepada orang lain tanpa melihat status hubungannya sebagai apa??, jika di tujukan kepada orang terdekat mungkin sah-sah saja, namun bila sampai ditujukan kepada orang lain, misalnya orang yang lebih tua, guru, sahabat…..siapapun orang yang seharusnya kita hormati, kita hargai rasanya penggunaan kata tsb sangat tidak tepat.

Alloh menciptakan Manusia, sudah tentu agar manusia saling bergaul tanpa membedakan negara, suku, Ras dengan tujuan agar saling mengenal satu sama lain, bila sudah mengenal maka  pergaulan akan menjadi luas, kita dapat mengenal karakter berbagai macam manusia, dengan mempelajari macam-macam karakter maka kita dapat mengambil pelajaran  bahwa setiap suku mempunyai ciri khas watak dasar tertentu misalnya: orang Madura wataknya cenderung Emosional, berbeda dengan Suku Sunda atau jawa tengah yang sedikit kalem, suku Batak dengan Bali masing-masing mempunyai keunikan sendiri2 meski cenderung berwatak agak keras dari segi pengucapan Lesan orang batak terkesan KERAS pengucapannya dibanding suku Bali. Dengan mengenal karakter manusia kita dapat memperlakukan seseorang sesuai dengan yang dia MAU, sebab dengan begitu akan timbul rasa saling MENGHARGAI, tanpa membuatnya tersinggung.



Seorang sahabat dekat menasehati saya :”bu, Janganlah merasa dipaksa, jangan merasa terpaksa jangan sampai ‘Nggrundel’, seharusnya sampean begini,….seharusnya sampean begitu,.... (kepada sahabatku yag mungkin membaca tulisan ini, saya mengucapkan “terima kasih,” karena sudah menjadi orang yg memposisikan diri sbg orang yang seharusnya saya hormati),  Maaf…saya tidak bisa menggunakan kalimat yang sama terhadap ibu…karena saya tidak berani menyuruh, melarang, menuduh siapapun dengan kalimat ‘LARANGAN’ tsb, karena saya bukanlah orang yang baik dan pantas memberikan nasehat.

Seorang bijak bestari menasehati: “Janganlah kamu menasehati seorang Raja, karena Raja hanya akan mendengarkan nasehat dari orang yang bijaksana dan berilmu Luas.” Sebaiknya begitulah kita bersikap, tempatkan kita sebagai orang yang tidak sepantasnya menjadi orang yang lebih Tinggi , lebih tua usianya, lebih berkuasa atas kita, sehingga mudah mengeluarkan kata PETUAH, yang menyebabkan orang lain tersinggung, sebaiknya mengikuti apa yang di nasehatkan orang bijak bahwa: Anggaplah,! orang lain itu seperti seorang Raja yang harus di hormati dan di hargai melebihi diri sendiri tanpa menghinakan diri.



Wassalamu’alaikum…Wr…Wb.

Rabu, 06 Juli 2011

Pie.




Benarlah apa kata orang bahwa ‘Hobby tidak akan bisa ditinggalkan’ kesibukan beberapa tahun yang lalu kembali kulakukan hari ini, yaitu: MEMBUAT KUE, kangen juga bertahun-tahun kutinggalkan hobby ini dan Alhamdulillah ada ide lagi setelah seorang sahabat mengadakan hajatan, “buat kue apa ya,…? Wah.. jadi bingung, kue soes,? Bolu gulung,? Apa Pie,?...yang ini nich, pasti anak-anak suka.

Akhirnya,! Jadilah seperti yang ada di foto, semula belum ada ide…’isinya apa,? E..tapi ketemu juga, masukin sosis, roti kering diiris kecil-kecil, sedikit agar-agar dan selai nanas kemudian siram atasnya dengan agar-agar. Rasanya jadi rame (rasa sosis campur selai nanas, manis, asem gurih…hi.hi..hi, tapi enak kok…J), ya iyalah…orang bikinan sendiri yang memuji ya diri sendiri J.



Semula ingin membuat roti gulung, sudah beli bahan kue bolu gulung……!  karena kelupaan resepnya, terjadi kesalahan ukuran resep akhirnya gagal, bolunya jadi ‘bantat’ timbul ide spontan “gimana kalau roti ini jangan sampai kebuang, dibikin apa ya,?” diiris kecil-kecil untuk bahan isi pie..!! yah..! akhirnya nggak sampai mubazhir, kepakai juga ditambah dengan bahan-bahan tambahan diatas, jadilah kue PIE ALA bu Nano……:)

Semoga Sahabatku senang menerimanya, maaf tidak bisa ngasih apa-apa, senang rasanya bisa memberi sesuatu hasil kreasi sendiri.

Semoga Mba’ Eka sekeluarga senantiasa mendapat Rahmat Alloh SWT, adik kecil Vian jangan nakal, cepat sembuh sunatnya, kelak menjadi anak yang saleh berbakti kepada Abah dan mama. Yang paling utama Cinta kepada ALLOH SWT, Amin yaa Robbal’alamin.


Wassalamualaikum..Wr..Wb.

Senin, 04 Juli 2011

Kesal.



Keputusan berat harus diambil, tak perlu ada jawaban, atas pertanyaan, ‘mengapa ini harus terjadi, tak perlu penjelasan, apa sikap yang di ambil salah…? Sebab Yang Maha mengetahui hanya ALLOH.

Sebuah kalimat biasanya menggambarkan sifat manusianya, seseorang bernilai atau tidak diukur dari kesantunan dalam mengungkapkan kata, sebuah nasehat dari orang bijak berkata,…”Bila ingin memilih teman, lihatlah bagaimana ia memperlakukan keluarganya, siapa saja teman-temannya, bagaimana marahnya dan bagaimana ia mengendalikan emosinya, bisakah Ia bersikap santun dalam berbicara?’

Tak menjamin hubungan yang lama dalam persahabatan, kita akan dapat mengetahui sifat seseorang, karena setiap detik pikiran manusia berubah-ubah namun watak dasar dapat di kenali, jangan sampai kita tertipu dan menganggap  “wajar’ watak seseorang yang pada dasarnya sudah pernah menyakiti kita baik dengan sikap, lesan maupun perbuatannya tanpa menutup kemungkinan bahwa konflik akan terjadi lagi.



“Persedikitlah mengenal manusia.” Seorang sufi menasehati (syufan Ats-Tsauri), sahabat beliau menjawab, “Bukankah Rosullulloh bersabda: ‘Pebanyaklah mengenal Manusia sebab setiap Mu’min mempunyai hak syafa’at.” Jawab Ats-Tsauri:”Ya tapi kita tidak akan menemukan hal yang kita benci kecuali dari teman terdekat, bersikap tulus ikhlas terhadap orang yang sudah kita ketahui penyakit hatinya sangat berat. Seorang sufi yang luas ilmu agamanya bisa kesulitan menghadapi watak manusia apalagi kita.

Seseorang harus mempunyai CINTA KASIH yang besar untuk dapat tulus ikhlas dan hanya Rosullolloh yang dapat memenuhinya, sebagai manusia yang banyak dosanya untuk berbuat baik saja sangatlah sulit disebabkan  masih adanya sifat munafik, ria’, sombong, basa-basi…belajar bersikap jujur pada diri sendiri akan membantu mengenali diri. Mencoba membatasi pertemuan dengan mereka, tanpa harus menjauh itu lebih baik dari pada mencoba tetap bergaul namun banyak pertentangan dalam diri.

 Hal utama yang harus dilakukan adalah bersikap menghindari sesuatu yang dapat mengotori hati, terkadang sebuah kegiatan meskipun bertujuan baik, bersifat keagamaan, bermanfaat. namun disisi lain terdapat sesuatu yang mudharat, menggerogori kebaikan-kebaikan kita, ini lebih berbahaya dari sekedar ingin dikatakan orang ‘BAIK” sebab tidak pernah protes, ingin disebut “orang yang pergaulannya luas”  tapi rela di hakimi, dituduh, dibentak-bentak,  SUNGGUH  ini merupakan KETOLOLAN.  

 Dalam hati bermaksud  menginginkan pahala namun yang didapat hanyalah siksa batin, kerusakan hati disebabkan rasa terhina, tidak terima, egois, tidak sabar.. penyebabnya adalah  akibat perbuatan atau sikap yang tidak meng ‘enak’ kan dari orang terdekat, segala sesuatu jika dipaksakan sedangkan alam telah memberi tanda-tandanya  yang terbaca melalui situasi tapi  kita tetap mengikuti kemauan mereka, itu merupakan suatu ‘kebodohan’ bukan kesabaran, seseorang akan disebut sabar apa bila ia sudah  mengetahui bagaimana cara mengobati hati, menata hati, mengendalikan diri jika belum berhasil jangan coba-coba untuk tetap dekat dengan MEREKA, sebab ‘predikat’ ORANG JAHAT, ORANG KAKU, ORANG KUPER, akan menjadi tambahan nama kita.



Biarlah kita dikatakan orang yang TIDAK BAIK asal kita tidak memaksakan diri untuk berbuat baik, hanya ingin dikatakan ORANG BAIK.
 
Biarlah dikatakan orang SOMBONG asal kita tidak membela diri dengan mengatakan kita TIDAK SOMBONG….

Biarlah kita dipanggil BODOH asal kita tidak MEMBODOHI orang…..

Biarlah orang memberi embel-embel, julukan apa saja dan memberi tambahan baru didepan nama kita, si Malas, si jahat, si pelit, si kaku…si..si..si….Sikap yang benar adalah DIAM.

Wassalamualaikum..Wr...Wb.