Pages

Selasa, 14 Juni 2011

Ku ajari diriku...



Kukatakan pada diriku…, belajarlah sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta…,cinta memberikan apa saja yang kita mampu memberikannya, memberi  bantuan  sedekah, memberi manfaat berupa pengajaran , memberi kasih sayang, memberikan perhatian…kasih sayang.


Kukatakan pada diriku…,Utamakan pemberian kasih sayangmu  kepada keluarga, keluarga adalah harta di Dunia akherat, tersambung tali silaturahmi abadi sampai akherat, jika kau mampu memberi manfaat kepada keluarga, terutama putra putriku.., tularkan apa yang kau ke tahui ,  Ilmu yang dapat mendekatkan keluarga kepada  Alloh yang maha tinggi, Sang Pencipta yang wajib Kami  Kenal, wajib dicintai dan di Sembah, marahlah pada anak-anakmu bila ia sudah mulai agak kasar padamu…bersikap kasar tidak boleh di tolerir, sebab bila di biarkan,ia akan berlaku sama dengan orang lain,dan  ini merupakan musibah bagi keluarga, menghina orang lain sama saja dengan membiarkan diri sendiri beserta keluarga terjatuh dalam KEHINAAN.


Kukatakan pada diriku….Ajarkan pada anak-anakmu..,”jangan pernah meninggalkan sholat nak.! Kalian akan dapat pertolongan dalam keadaan terjepit sekalipun jika kau selalu mengingat Alloh InsyaAlloh pertolongan Alloh DEKAT, tersesat sejenak adalah ujian bagi remaja yang sedang mengalami masa-masa puber..tak dapat di hindari pengaruh tekhnologi modern sangat tidak baik bagi remaja, dengan mudahnya membuka situs yg dilarang agama, dengan mudahnya lingkungan, teman2nya  dpt  mempengaruhi  akal fikiran anak2 yg msih labil, sebagai orang tua yang masih harus banyak belajar mendidik anak-anak, terkadang aku kesulitan dalam mengajak anak2ku menuju kebaikan…


Kataku:…”bagaimana bila putra/putriku membantah nasehat-nasehatku…?”

Kukatakan pada diriku..,”DIAMLAH !”, diamlah sejenak, pikirkan apa yang dia katakan agar kau dapat mengetahui keinginannya, amati jalan pikirannya, mengetahui benar isi hatinya, bila yang dia katakan  benar, bisa diterima, berarti aku harus minta maaf…terkadang orang tua bisa saja salah dalam menasehati atau memberi masukan kebaikan pd anaknya, bukan nasehatnya yang salah tapi CARA MENASEHATI, sering kita tidak tahu cara yang baik untuk menyampaikannya,  membentak sedikit saja bisa salah,  atau menggunakan kata-kata kasar tanpa sadar dapat mengoyak harga dirinya sehingga timbul rasa tidak suka, reflek akan muncul PENOLAKAN NASEHAT, butuh waktu lama untuk mengajari diri sendiri, bagaiman harus menyikapi.



Kataku:…”Didiklah anak-anakmu tentang Akhlak, mulai dari Adab berbicara dengan orang tua, dalam keadaan marah sekalipun  ‘ndak boleh nak…!!.’kau membantahnya, meski orang tuamu salah, ucapkanlah kalimat yang santun, sebab Ridho Alloh adalah Ridhonya orang tua, selama tidak melanggar aturan agama..,Adab menghargai orang lain Kalian harus Paham ‘Benar, !‘janganlah  pernah  menyinggung perasaannya, sekali hati terluka selamanya tak akan lupa. bila di cela dicaci , di hina, dipandang remeh, janganlah kalian membalas keburukannya, tidak akan kau jumpai di perguruan tinggi manapun pelajaran yang menyangkut ADAB, ATIKA, Ilmu AKHLAK, jika tidak kau dengar dari Orang tuamu sendiri yang tidak pintar dan tidak tahu apa-apa ini.


‘Lihatlah !’ para sahabat Nabi  mereka tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, tak pernah sekolah  # karena jaman Nabi tadak ada SD, SLTP, SLTA….dst J# lihatlah,  seperti Bilal bin Rabah, Abudarr Alghifari, Muaz ibnu jabbal, Ilmu mereka sangat luas, mereka tahu banyak tentang baik- buruk, salah -benar , halal- haram, sebagian dari mereka, profesinya, dari penggembala kambing, budak,dan ada yang menjadi kuli bangunan seperti Abu Huroirah, tapi mereka mempunyai ketakwaan yang tinggi kepada Alloh SWT.


“Siapa yang paling taqwa diantara kalian, maka ia mempunyai derajat tertinggi di hadapan Alloh,( sabda Nabi).  “Innaa aqroomakum Inndhalloohii atsqookum,” artinya; ‘Semulia-mulianya diantara kamu ialah yang paling bertaqwa.’ Qs, Alhujurat ,13.
Nabi mengajarkan kepada mereka Ilmu kecerdasan hati, bukan kecerdasan otak. Dengan kecerdasan hati seseorang akan mengenal tuhannya, timbul rasa takut kepada Alloh, menjauhkan diri dari kesombongan, sebab sombong merupakan malapetaka besar yang akan menjauhkan hubungan manusia kepada Alloh, lihatlah setan diusir  dari surga  sebab ia menyombongkan diri. Sabda Rosullulloh, “tidak akan masuk surga orang yang dihatinya ada rasa sombong.”


Semampunya ku ajarkan kepada diri sendiri….., ku tularkan pada keluarga kami, utamakan  keikhlasan dalam membantu sesama, sampai saat ini aku tidak tahu Ikhlas itu apa…sebab sangat sulit untuk bersikap tulus, ku katakana pada anak2ku ‘janganlah meminta imbalan, perhatian , dan pengharapan kepada siapapun, semua kejadian disukai atau tidak, itu tak luput dari kehendak Alloh semata, tidak dewasa jika kita selalu mencari kesalahan pd orang lain, keburukan maupun kebaikan yang terjadi pada kita Alloh yang berkehendak bukan mau kita tapi Alloh yang MAU dan membiarkan semua terjadi. “untuk apa ?....., untuk menguji manusia Berdo’alah agar Alloh senantiasa menjauhkan takdir buruk akibat kesalahan yg kita lakukan


“Alloh tidak menganiaya Hambanya tapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, begitu Firman NYA.”




SEkian semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum..,Wr..Wb.

Kesetiaan




Sering kita dengar pertanyaan tentang arti dari  sebuah  kesetiaan…..

Cerita hari ini  adalah tentang, kesetiaan…bukan sosok manusia pelakunya, namun seekor  anjing, sampai termehek-mehek  kami  sekeluarga menyaksikannya, seekor  anjing yang  bernama HOCHIKO begitu setianya menunggui  tuannya pulang kerja, yang dia lakukan hanya menunggu terus sampai tuannya muncul, tak peduli waktu..,(anjing kan tidak mengerti waktu..he he)…sampai Sembilan tahun ia menunggu duduk di sebuah taman di jepang, (sekarang di abadikan dalam bentuk patung anjing ditaman tsb).

Begitu besarnya arti kesetiaan bagi seekor anjing yang tidak di karunia akal oleh ALLOH, ternyata mengerti bagaimana ia bersikap, berperilaku layaknya  orang  yang sudah berhasil menemukan cara untuk setia, dengan kesabaran akan tumbuh kesetiaan.

 “kesabaran tapi tanpa tahu apa-apa..,?, tanpa tahu bila tuannya tsb sudah meninggal..,?”, yaa..itulah yang terjadi ..karena binatang tidak di beri akal, ia tidak tahu apa sabar,apa itu menunggu, ia tidak  mencari tahu apa yang terjadi “kenapa yang di tunggu tidak datang, tak juga dapat mengambil sikap, apa yg harus dilakukannya bila ternyata yang ditunggu tidak ada..? ia hanya mempunyai insting untuk menunggu terus…
Dapat kami petik sebuah pelajaran dalam cerita tsb, bahwa  kita sebagai manusia,hamba ALLOH dengan kelebihan akal fikiran, terkadang kesulitan dalam mewujudkan makna kata setia,hanya sebatas teori yang mudah di tulis dan di ingat dalam pikiran tapi sulit mempraktekkannya,  kita hanya tahu bahwa setia itu adalah:

Janji dalam hati, dari hati yang paling dalam, dilakukan dengan keikhlasan, tidak ada tekanan, paksaan,  tidak mengkhianati mengecewakan, melupakan orang  yang kita sayangi.

 Dan ilmu Ikhlas untuk setia, sabar menunggu tak kenal waktu, wujud cinta yang sesungguhnya  inilah yang sudah berhasil  di praktekkan oleh seekor anjing Hochiko sebuah cerita nyata dari jepang.


‘Kenapa ia setia menunggu?’...jawabnya: selain ia tidak berakal.., karena ia juga tidak punya ambisi, keinginan yang macam-macam layaknya manusia yang masih memikirkan masa depan, sedangkan binatang hanya memikirkan saat ini saja, binatang yang baik akan mengerti  bagaimana bersikap baik pada tuannya dan bagaimana ia bersikap setia tanpa pamrih ( mengerti ilmu ikhlas tidak memikirkan tempat tinggal,pakai baju apa nanti,  tidak memikirkan apakah hari ini ia dapat makan atau tidak, sudah mandi apa belum, bagaiman orang akan memandang nya)…

Yach.., yang namanya binatang tentunya hal ini tdk ada dalam pikirannya sebab memang binatang tidak punya otak namun dapat melebihi manusia dalam keberhasilannya memberi contoh bagaimana harus bersikap setia, bagaimana ia berhasil membuat semua orang yang melihat perilakunya dapat menangis termehek-mehek. 
Dengan adanya reflek tangisan, berarti hati sudah tersentuh dengan perbuatannya, perilakunya, meski anjing tsb tidak tahu kenapa ia bersikap seperti itu yaitu terus menunggu…

Sampai saat ini jarang kita temui  seseorang yang mampu bersikap setia tanpa pamrih, yang ada rasa egois tiba-tiba muncul apabila merasa kecewa, tersakiti, terhina, tidak terima…di perlakukan seperti yang tidak sesuai harapan/keinginan kita, ini manusiawi sekali .. sebab manusia memang mempunyai hawa nafsu, akal fikiran, hati.  Sedangkan binatang hanya mempunyai hawa nafsu dan insting saja, tidak punya cita-cita dan harapan karena memang tidak punya akal, makanya binatang mampu mempraktekkan wujud kesetiaan sebab didalam dirinya tidak ada keinginaan sama sekali selain apa yang sudah di ajarkan tuannya bagaimana bersikap setia, tuannya mengajarinya  tanpa berkata tapi memberi contoh langsung dengan penuh cinta, imbal baliknya  meski mempunyai resistensi rendah tapi binatang mampu menangkap dan  menggambarkan bagaimana bentuk cinta yang sesungguhnya yaitu kesetiaan, seperti yang sudah kita saksikan dalam film tsb.

Cukup sekian.. cerita hari ini semoga menambah pengetahuan kita tentang bentuk dari cinta serta kesetiaan yang hakiki…
Sebagai manusia yang di ciptakan Alloh dengan segala kesempurnaan di banding makhluk ciptaan NYA yang lain, tidak ada cinta Abadi terhadap sesama atau makhluk lain, cepat atau lambat salah satu dari kita akan pergi meninggalkan kita, cinta Abadi hanyalah  mencitai Tuhan kita  ALLOH SWT. Dan  merindukan Rosullulloh yang tidak pernah kita jumpai tapi perilakunya menggambarkan sosok hamba ALLOH yang telah berhasil mewujudkan cinta kepada sesama tanpa pamrih, penuh keikhlasan.

Tidak mengharapkan apa-apa selain seluruh umatnya mesuk surga  dengan syafaatnya. meski umatnya  tidak pernah dilihatnya, dengan tulus Beliau mencintai kita, terbukti sebelum wafatnya beliau memikirkan Umatnya. “ummati…Ummati”… begitu yang di ucapkan, bukan keluargaku..,sahabatku.., istriku….dst.



“ Ihdinassirotol mustaqiim, syirotolladhina an’amta ‘alaihim……..” berjalanlah di jalan yang lurus jalannya orang-orang yang telah dikaruniai nikmat.” Begitu firman Alloh..jalannya orang yang telah menemukan cinta dan kesetiaan yang abadi, bagaimana harus menjalani hidup di Dunia menuju keabadian Akherat. Amiin ya Robbal’alamin……


HACHIKO II
Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Oshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saito dari kota Odate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Odate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo. 


Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburo Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

 
Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.

Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saito dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saito menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya roken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran ko (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachiko.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saito, seorang pematung bernama Teru Ando tersentuh dengan kisah Hachiko. Ando ingin membuat patung Hachiko. Setiap hari, Hachiko dibawa berkunjung ke studio milik Ando untuk berpose sebagai model. Ando berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachiko. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachiko untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Ando selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachiko, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachiko.

Patung perunggu Hachiko akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachiko bersama sekitar 300 hadirin. Ando juga membuat patung lain Hachiko yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kojun.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachiko, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachiko biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Upacara perpisahan dengan Hachiko dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myoyu-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachiko berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachiko dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachiko diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.


Wassalamu’alaikum wr..,wb..

Rabu, 08 Juni 2011

" Dulu...,"




Dulu…..ku kurasakan hidup ini terasa membosankan, jenuh…..
Dulu…kulalui hari-hariku dengan kegiatan rutinitas  yang menjemukan….
Dulu….tak ada keinginan apapun  selain menatap masa depan penuh kecemasan, kawatir, takut..,tidak aman.
Dulu…terasa menyenangkan bila dapat berkumpul dengan banyak orang..
Dulu…Aku banyak bertanya;
“ Untuk apa sebenarnya hidup ini?.. kenapa hari-hariku terasa sama saja, bangun pagi , masak, tidur, nonton T., menunggu suami  pulang, menunggu anak-anakku datang, malam harinya tidur, menunggu pagi….terulang lagi kegiatan yang itu-itu lagi …Jenuh…

Banyak pertanyaan dalam benakku ;
“apa yang harus aku lakukan untuk mengisi waktu…? bagaimana cara mengatasi rasa BOSAN, bagaimana masa depanku bila suamiku di PANGGIL duluan,? Bagaimana masa depan anak-anakku nanti,?....
“Apa yang harus aku lakukan bila hidup sendiri?”. Cemas, susah kawatir,pikiran melayang-layang mengikuti lamunan panjang, gelisah, resah dan setrusnya…..
“Apakah ini pertanda kurangnya KEIMANAN seseorang,? Kurangnya Ilmu mengenal Tuhannya,? Kebodohan diri,? Kematian hati….,?kurang tahu bagaimana mensyukri NIKMAT ALLOH…….,?”


Ya….Mungkin saja,kala itu aku  tak berdaya menghadapi, mengatasi, situasi yang aku tak tahu cara mengatasinya, situasi dimana seseorang HARUS mencari Tahu sebenarnya tujuan kita hidup di Dunia ini untuk apa….Alloh memberi kita kesempatan, memberikan TAKDIR kita hidup di Dunia bukan tidak ada tujuan. Alloh akan mencintai  hambanya apa bila mau mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk apa ia dilahirkan, bagaimana ia bisa mengenal ALLOH sang Pencipta, mengenal Utusan2 NYA dan apa saja yang harus dilakukan selama Alloh memberi kesempatan kita menikmati DUNIA ,  semua ini tentunya tanpa kesia-sian ,demi tujuan KEBAIKAN bagi manusia itu sendiri,bagi keluarganya, bagi masyarakat lingkungannya, bagi seisi alam agar bisa berbagi dengan sekitarnya, Kebaikan yang kita lakukan akan membawa manfaat jangka panjang Yaitu AKHERAT…”Sudahkah kita mengumpulkan Tabungan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan Akherat..?

“Mulai dari diri sendiri!!…ayo Bangkit!..ikuti apa perintah Tuhanmu, Rosullulloh mengerjakan apa saja,?”.. ‘ayo Ikuti……Beribadah sebanyak-banyaknya, mengikuti yang di contohkan Rosullulloh….Agar kita bisa mengenal Alloh, Mulai dari yang berat…’sholat Tahajud,!’ bangun sebelum subuh, dilanjutkan Sholat duha, lengkapi sholat wajib dg sholat sunnah rowatip Qobli-ba’di plus dzikirnya…,sisihkan uang belanja, berbagi pd  sesama, yatim piatu, khususnya orang tua sendiri, mengalahkan kebutuhan pribadi…Alloh pasti akan mengganti….

 “Isi waktu dengan banyak membaca!.”.,minta sama Alloh, minta ILMU yang dapat mendekatkan diri kepadaNYA..,mulai dari yang utama yaitu membaca Al-qur’an, menghafal surah2 pendek, membaca buku-buku agama, bertafakkur pada saat Tahajud…,menangis saat sujud biarkan bergetar tubuh menumpahkan segala kebutuhan, menyesali dosa-dosa, berharap dan menggantungkan hidup mati  hanya kepadaNYA…,tiada yg dipikirkan selain mencukupkan diri hanya kepadaNYA… “ Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang saling nasehat-menasehati didalam kebaikan dan kesabaran.
(Q.S; Al-Asar)Mengajarkan pada diri sendiri bahwa hidup ini hanya sesaat, tak ada waktu untuk berangan panjang, banyak MELAMUN, membawa KERUGIA

Benarlah.., apa yag dikatakan dalam sebuah buku, bahwa bangun pada malam hari, sholat, Dzikir, kemudian banyak bertafakkur, banyak membaca, akan dapat memunculkan banyak ide-ide yang tak terduga,menfungsikan otak dg baik ,( kata Imam Al-Gazali ilmu merupakan vitamin bagi otak manusia,selama tiga hari kita tidak membaca maka otak akan mulai tumpul,sama halnya dg tubuh , jika tidak makan tiga hari saja akan lemas ) ‘akhirnya!!’,mengisi hidup seperti ini yang dpt MEMBUNUH KEJENUHAN.

“Masa depan …?” itu rahasia Alloh, hanya Alloh yang tahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang, tugas kita hanya memikirkan saat ini saja, “Takdir apa yang membawa kita hari ini,? Takdir baik atau buruk semua ujian, bila takdir buruk ini pasti ada yang salah dalam diri kita..bila takdir baik… bisa saja ini ujian dari Alloh, tetaplah Waspada dan curiga kepada diri sendiri, terutama mencurigai hawa nafsu yang selalu membujuk untuk BERBURUK SANGKA kepada siapapun……

“Masa lalu…,? Kenanglah masa lalu  kebaikannya saja…manfaat apa yang bisa mengantarkan kita hingga saat ini menjadi lebih baik dari yang lalu,?”, tentunya  hanya dengan banyak-banyak bersyukur……



Alhamdulillah Ya Alloh…telah KAU kabulkan do’a ku untuk memiliki suami yang baik…..# saking baiknya , selama 20 tahun membina rumah tangga tak pernah kulihat suamiku marah padaku, meski aku berbuat salah…J
”kenapa waktu itu aku tidak meminta seorang suami Kaya..,? mapan..,? tampan..,? berilmu (ustadz…KepinginkuJ).?”  ‘Aku tidak tahu’….yang ada di pikiranku hanya meminta dijodohkan dengan orang yang BAIK…hanya satu kata ‘BAIK’ saja titik…

Yapp.. inilah Hadiah TERBAIK yg Alloh berikan padaku, seorang suami yang setiap hari pandai menyenangkan keluarganya, membuat anak-anakku  tertawa, selalu siaga melindungi kami, meskipun kami tidak kaya, tidak berlimpah harta, tapi kekompakan selalu terjalin dalam keluarga kami.

“Hambamu ini bersyukur padaMU ya Alloh, belum tentu suami kaya, barilmu , mapan bisa membahagiakan aku, cocok dengan sifatku, mau mengerti kekuranganku ,bila ada yang mendapatkan sesuai keinginannya tentu itu merupakan karunia Alloh atasnya….jodoh yang sudah di tetapkan Alloh  pasti itu yang terbaik bagi seorang hambanya…saling melengkapi kekurangan masing-masing,itu KUNCI nya…, tidak menuntut pasangan menjadi yang kita MAU,merupakan cara  mengajarinya untuk berubah, biarkan ia berfikir sendiri kapan bisa merubah diri  dengan belajar dari pengalaman hidup selama berumah tangga…akupun melakukan hal yang sama..”Mencari Kebaikan dengan banyak ber MUHASABAH  diri, mencari kesalahan pada diri sendiri.
Insya Alloh  kerukunan tetap menghiasi keluarga kami  sampai akhir hayat kami…Amiiin Ya Robbal’alamin……

Wassalamu’alaikum…Wr…Wb..

Selasa, 07 Juni 2011

"Ketika kita bertanya...,?




ketika kita bertanya: “apa yang aku inginkan dalam hidupku….,?” bermacam jawaban kita peroleh…’Aku ingin bahagia, aku ingin memiliki ini dan itu, aku ingin menikah dg si…A, B, C.., aku ingin makan enak…aku ingin  menyaksikan anak-anakku menikah, aku ingin punya cucu…, aku ingin!!...ingin!!,,,dan ingin!!.

Keinginan manusia tak terbatas, tak terjangkau,  akal manusia tak  dapat di perkirakan, selama kekuatan pikiran mengaktifkan  daya pikirnya, impiannya dapat menembus apa saja, melampaui batas  ruang waktu, “sebenarnya apa yang kita cari ?” apa yang kita inginkan!!.., jika  ternyata keinginan kita saja tidak dapat menjangkaunya, disebabkan keinginan itu sendiri di barengi dengan hawa nafsu!!....Lalu,..?” dan kita sendiri tak akan pernah tahu, bahkan menebak apa yang akan terjadipun tidak mampu…..Masa depan itu RAHASIA ALLOH, rencana boleh matang,namun  kejadian tak terduga  bisa saja datang.

“Berfikir”…,Tafakkur, meneliti diri, jujur pada diri sendiri, ….mengenali kekurangan diri  berarti memberi KESEMPATAN MELEMBUTKAN HATI, mencegah  Khayalan panjang yg sudah pasti  kita MERUGI, mencegah dari AMBISI dan meNYOMBONGkan  diri, pikirkan detik ini saja, apa yang sedang kita kerjakan, “ manfaat atau mudharat…, mengejar keutamaan DUNIA apa AKHERAT….,?”

Menjenguk orang sakit..,menghibur tetangga yg kesusahan, memberi sesuatu yang bermanfaat kepada siapa saja yang membutuhkan, dan menghadiri majlis-majlis  untuk menambah Ilmu, memenuhi undangan dst…merupakan anjuran NABI kita……
“Tapi….,!! didasarkan /dengan niat apa kita melakukan kegiatan tsb”? jika tujuan kita menghibur  saudara kita yg kesusahan hanya untuk menyebarkan penyakitnya, sedang kan ia tidak ingin diketahui orang banyak akan hal penyakitnya…..ada juga yang niatnya datang dalam majlis2 dan ternyata ini kesempatan untuk bergunjing ria…,membantu tetangga dengan unsur Riya’, membanggakan diri….”apa ini bermanfaat, dan bisa menambah tabungan di akherat..,? jawabnya ‘TIDAK’ amalnya kebaikannya hilang , lenyap ,sebab kurang belajar ILMU ikhlas hanya mengharap  ridho  ALLOH semata….. “Innamal a’malu binniayat”, segala sesuatu didasari niatnya… ( sabda Rosullulloh)
 JUJUR  merupakan cara tepat menjadi HEBAT tanpa melupakan bahwa untuk menjadi SEMPURNA  tidak akan MUNGKIN….’sejauh apa angan-angan  manusia,… cita-citanya!!?’ toh!, Tetap ROH kita akan meninggalkan dunia, hanya raga yang membusuk, menyatu dengan tanah di bumi ini, impian se TINGGI apapun sah-sah saja,  asal SADAR  diri bahwa PENENTU segalanya hanyalah DZAT yang  maha penentu, Maha tinggi ALLOH S.W.T.

Terkadang .....untuk memperoleh ketenangan kita tidak tahu CARA mendapatkannya……Terkadang….untuk mengejar  KEBAHAGIAAN kita rela  mencari  ‘di’  harta.., mencari  ‘pada’  pasangan mengharapkan CINTA,… mencari ‘dalam’  KEKUASAAN….,  berharap mendapatkan sanjungan orang banyak…. ’mengharapkan’….., Anak-anak  kelak menjadi tumpuan hidupnya di hari tua……”dapatkah  harapan ini terwujud….,?
‘ TIDAK !,’.. tak sedikit kita jumpai dihari tuanya malah hidup sendiri, mencari penghidupan sendiri, meski memiliki banyak anak yang entah kemana,banyak saudara namun meninggalkannya…..
’MARI!’…, belajar menghilangkan ketergantungan pada Makhluk.., hilangkan harapan kepada manusia..hilangkan harapan pada tetangga, saudara, bahkan anak-anak kita sendiri…….”Hasbunnalloh wani’mal wakil wani’mal mawlaa wani’mannasiir…,?” ‘Cukup bagiku Alloh penolongku, sebaik-baik penolong bagiku hanya  Alloh…..

Terkadang…apa yang diinginkan  dapat di penuhi, Rumah, tanah dimana-mana, istri/suami idaman, harta menumpuk, cinta, kekuasaan, anak yg manis, cucu-cucu yang sangat lucu , seakan tak ada lagi kebutuhan yang tak terpenuhi lagi…,”sudah bahagiakah kita…,?”..“Belum!!,” masih saja ada keinginan lainnya, entah apa itu..,?”
Begitulah Manusia selama hidupnya tidak akan terbebas dari keinginan,  manusia diikuti hawa nafsu, manusia bersifat  MENUNTUT,  diciptakan ALLOH dengan segala KELUH-KESAH, “mana mungkin menghindari segala sifat yang sudah di tetapkan Alloh…?” tidak akan mendapatkan kedamaian seorang  yang masih memiliki sifat MENUNTUT dan tidak TERIMA.

Pasrahkan….. keinginan-keinginan kita kepadaNYA, Pasrahkan ….,apa yang akan terjadi,tak perlu di pikirkan …Pasrahkan…..,takdir apa yang akan menjemput kita… Pasrahkan ….,nasip baik-buruk atas KehendakNYA, Pasrahkan….kita lahir, mati, kaya, miskin,cacat, normal, ALLOH yang INGIN.
“Mintalah!!.., kepada ALLOH apa saja  tapi bukan meminta kenikmatan yang berhubungan dengan Duniawi…….
‘Ya ALLOH..,Ajarkan bagaimana kami dapat bersikap SANTUN kepadaMU….”
 “Ya ALLOH.., Ajarkan kami Ilmu yang dapat mendekatkan diri kepadaMU…”
“Ya  ALLOH.., Ajarkan kami untuk selalu tertuju kepadaMU…merindukan RosulMU..mejalankan ajaranMU dengan benar….
“Y a ALLOH .., hilangkan ketergantungan kami kepada makhlikMU……
“Ya ALLOH…Matikanlah kami beserta keturunan kami meninggal dalam keadaan KHUSNUL KHATIMAH, beri kami penghidupan yang terbaik di Dunia dan Akherat.

Wassalamu’alaikum…Wr..Wb..

Kamis, 02 Juni 2011

' Face Book '



'Fenomena Face Book,”… beberapa waktu lalu pernah saya baca dalam sebuah Artikel Internet, Sang penemu Face Book adalah mark Elliot Zuckerberk, (Terlahir dari keluarga Yahudi yang kaya), dalam Artikel tersebut disebutkan bahwa Mark mengatakan pd seorang temannya, bahwa Ia telah menemukan sarana untuk mengexpost diri, yang dengan sendirinya seseorang akan mengungkapkan pikiran, perasaanya melalui alat tersebut yaitu Face Book. Sang teman bertanya: “ apakah kau memintanya datang di situsmu?”, “ tidak, tapi mereka sendirilah yang menginginkannya.” Jawabnya.

Dalam pembicaraan  tersebut saya pribadi mengambil kesimpulan bahwa, tanpa sadar kita telah tertarik dan terpengaruh dengan sarana yang dapat menjadikan tempat curhat terpenuhi melalui sarana Face Book, apa lagi di era modern ini tak banyak waktu bagi kita untuk bersosialisasi, berinteraksi  dengan banyak orang, semakin sedikit waktu yang tersisa di rumah, seakan kita telah kehabisan waktu di tempat kerja, di jalan karena kemacetan dsb,

Face Book suatu sarana jejaring social yang menjaring pertemanan tanpa batas dari segi social, waktu maupun jarak, kita bebas berteman kepada siapa saja yang kita inginkan dan kapan saja waktunya tanpa dibatasi….yach  tentunya ini memang sangat menguntungkan sekali bagi siapa saja yang membutuhkan interaksi dengan banyak orang setelah seharian beraktifitas, karena pada dasarnya seseorang membutuhkan tempat menuangkan segala unek-uneknya tanpa melibatkan keluarga atau orang terdekat yang sama2 sibuk. Disamping itu melalui Face Book kita bisa mengutarakan apa saja tanpa merasa terbebani .

Face Book, dilain sisi, dapat juga merugikan penggunanya apabila jika terlalu meng EXPOS diri tanpa menggunakan pertimbangan nilai kesantunan dalam menulis Status, bisa-bisa akanterlihat seperti orang Bodoh. Misalnya bagi anak remaja yang sedang pacaran, tanpa sadar meratap-ratap menangisi nasip,  karena diputus sang pacar, sedang bagi oom-oom hidung belang, dengan mudah merayu ABG tanpa kawatir bahwa statusnya bisa dibaca dan dilihat  orang banyak, Inilah contoh seseorang yang kehilangan akal sehatnya disebabkan terlalu berlebihan dalam meng expresikan diri, seakan-telah terHIPNOTIS tanpa disadarinya bahwa apa yang dilakukannya mendapat sorotan orang.

Face Book, dapat juga menjadi sarana melakukan aktifitas positif, yang menguntungkan secara materi dengan membina hubungan perdagangan dengan sesama pengguna bila ada saling kecocokan/ ketertarikan dalam suatu produk yang dijualnya.




Face Book bisa juga menjadi sarana Pencarian jodoh, meski sebelumnya tanpa ada maksud kesana, “Apa sih yang tak mungkin di Dunia ini bila memang Alloh berkehendak seperti itu”?  Hubungan jarak jauh ( Long distance ) di jaman modern bisa saja dilakukan dan Face book menjadi  alat pengontrol pasangan masing-masing, sangat bermanfaat bagi yang membina hubungan jarak jauh. Meski secara fisik tak pernah bertemu namun contak batin terasa lebih dekat dengan adanya sarana ini.

Selain itu bagi para pengguna yang lebih tertarik dengan urusan Akherat akan memanfaatkan Face Book sebagai Media Da’wah, mensyi’arkan Agama dan tempat bertanya, sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan orang yang berwawasan luas dalam bidang Agama, tanpa berkumpul secara fisik, bahkan tanpa memajang gambarnya (yang ini lebih aman) karena kita akan terhindar dari PENGAGUMAN secara fisik kepada seseorang yang luas ilmu Agamanya ( terhindar dari zina mata ), dengan banyak bertanya tentang hal Agama, atau memberi masukan comen-comen yang baik sesuai anjuran Nabi kita “ sampaikan walau hanya dengan satu ayat.”


Jadi bila kita mengamati, sebenarnya Face Book merupakan sarana yang menguntungkan sekaligus merugikan. Ini tergantung dari penggunanya. “apakah ‘Mau’ menggunakan AKALnya dalam memanfaatkan Face Book dengan berniat menyebarkan kebaikan melalui tuangan pikiran yang membawa pengaruh positip/negatif
 Atau  secara tanpa sadar kita’Mau’ dikendalikan alat ini,” yaitu dengan menunjukkan kepribadian yang malah dapat menjatuhkan harga diri kita sendiri, dengan berlebihan dalam mengExpos diri..

Segala sesuatu yang ada di pikiran jika ingin dituangkan ada baiknya dipenuhi pertimbangan  matang, meski hanya menulis SATU KATA saja karena ini akan membawa makna yang DALAM dan LUAS, bisa juga mengundang simpati atau malah kontroversi, bermakna positif atau negatip orang banyak akan dapat menilainya sesuai dengan pengetahuannya, dan masing-masing pribadi mempunyai presepsi yang berbeda-beda dalam menilai ungkapan kata.

Tidak bisa kita melarang, menghujat, menyuruh atau mengomentari status-orang lain dengan maksud, Merendahkan, mengajak berdebat, bahkan memancing amarah seseorang dalam menuangkan pikiran.
Biarlah mereka yang belum dapat menggunakan uangkapan kebaikan melalui statusnya?comennya, akan belajar sendiri, tanpa kita mengajarinya. sebab Face Book bisa juga dikatakan BUKU HARIAN milik bersama yang semua orang bisa menggunakannya. Tugas kita hanya saling mengingatkan secara baik-baik. Ini pun ada persyaratan tertentu, bagi teman terdekat yang kita kenal misalnya,ini disarankan.

Tapi bagi orang lain yang kita tidak mengenalnya dan tak ada urusan maupun hubungan apapun… hati-hati untuk bercomentar, bisa-bisa  malah mempunyai  banyak musuh di Face Book. Sedangkan kita bermaksud mempunyai sahabat, menjalin pertemanan, jika ada yang dikaruniai jodoh  Alloh melalui F.B,
 tentunya ini sangat menguntungkan sekali, hubungan yang luas, hubungan persaudaraan bertambah, bagi sesama keluarga jauh dapat mengetahui keadaan saudara kita,  saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, itu sebenarnya tujuan hakiki dalam hidup ini

“ Wal’assrii innal innsaana lafii khusrin illalladhiina aamanu wa’amilusshilikhati watawaa shoubil hakki watawaa shoubiss sobri” artinya: “ Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali orang yang saling nasehat-menasehati didalam kebaikan dan kesabaran. Q.S. Al-Asar.

 
Wassalamu’alaikum Wr…Wb…. Semoga bermanfaat.